Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Harga Emas Melemah Tipis Jelang Keputusan The Fed: Saatnya Waspada atau Peluang Baru?

02:29 21 November in Gold, Market Review
0 Comments
0

A — Attention (Menarik Perhatian)

Harga emas kembali bergerak melemah dan berada di jalur penurunan mingguan kecil sekitar 0,5%. Pada perdagangan Jumat pagi di Asia, logam mulia ini bertahan di kisaran US$4.060–US$4.080 per troy ons, memperpanjang tekanan setelah penurunan tipis pada sesi sebelumnya. Meski koreksi ini tidak terlalu tajam, dinamika pasar menunjukkan bahwa investor kini berada dalam fase “menunggu dan melihat,” terutama setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang memberikan sinyal campuran.

Laporan tersebut menjadi pusat perhatian global karena merupakan data terakhir sebelum pertemuan Federal Reserve tanggal 9–10 Desember, yang sangat ditunggu pasar untuk menentukan arah suku bunga. Namun alih-alih memberikan kejelasan, data tersebut justru menghadirkan dua pesan yang bertolak belakang. Bagi banyak pelaku pasar, ketidakpastian inilah yang membuat pergerakan emas cenderung terbatas dan rentan terkoreksi.

I — Interest (Membangun Ketertarikan)

Apa yang membuat data tenaga kerja AS ini begitu penting? Dalam laporan terbaru, jumlah lapangan kerja baru pada September tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Secara teori, hal ini mencerminkan kekuatan ekonomi dan biasanya mendukung kebijakan moneter yang ketat. Namun di sisi lain, tingkat pengangguran justru meningkat, memunculkan gambaran bahwa pasar tenaga kerja tidak sekuat yang terlihat.

Kondisi campuran ini menciptakan dua kubu di kalangan analis:

  • Kubu hawkish menilai The Fed tidak mendapatkan alasan cukup kuat untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
  • Kubu dovish berpendapat kenaikan pengangguran bisa menjadi sinyal awal perlambatan ekonomi yang pada akhirnya membuka ruang pelonggaran.

Risalah FOMC bulan Oktober memperkuat pandangan bahwa sebagian besar pejabat The Fed lebih memilih menahan suku bunga untuk saat ini. Akibatnya, pasar derivatif kini hanya memperkirakan peluang sekitar 40% untuk pemangkasan suku bunga pada Desember—angka yang jauh lebih rendah dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Lingkungan suku bunga tinggi seperti ini memang bukan habitat ideal bagi emas. Dengan tidak memberikan imbal hasil, emas sering kehilangan daya tarik saat obligasi atau instrumen fixed income menawarkan return lebih tinggi. Tidak heran jika harga emas menunjukkan pergerakan sideways dan enggan menembus level psikologis penting dalam beberapa hari terakhir.

D — Desire (Membangun Keinginan / Menumbuhkan Keyakinan)

Meski kini berada dalam fase koreksi, kenyataannya emas tetap menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik di tahun ini. Sepanjang 2025, harga emas sudah mencatat kenaikan sekitar 55%, berpotensi mengukir prestasi tahunan terbaik sejak 1979. Ini merupakan pencapaian yang jarang terjadi dan menjadi bukti kuat bahwa permintaan terhadap aset aman masih sangat tinggi dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Dua faktor utama yang mendorong reli emas tersebut adalah:

  1. Arus masuk besar-besaran ke ETF berbasis emas, yang menandakan minat investor institusional semakin meningkat.
  2. Pembelian agresif oleh bank-bank sentral, terutama dari negara berkembang yang berusaha memperkuat cadangan devisa dan mengurangi eksposur terhadap dolar AS.

Namun beberapa analis memperingatkan bahwa reli besar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir tidak sepenuhnya berdiri di atas fundamental ekonomi semata. Ada sentimen tambahan yang disebut “debasement trade”—yaitu kekhawatiran terhadap melonjaknya utang negara maju dan potensi pelemahan mata uang fiat. Ketika investor takut nilai mata uang tergerus, emas menjadi tempat berlindung utama.

Karena reli sebelumnya begitu cepat dan besar, sebagian pakar menilai tanda-tanda koreksi saat ini adalah bagian alami dari siklus pasar. Fase konsolidasi seperti sekarang justru dinilai sehat, karena membantu pasar membangun pondasi untuk potensi kenaikan berikutnya jika ada katalis baru.

A — Action (Aksi yang Direkomendasikan)

Menjelang pertemuan The Fed berikutnya, emas kemungkinan akan bergerak dalam rentang sempit, menunggu sinyal yang lebih tegas soal arah suku bunga. Indeks Dolar terlihat bergerak datar, sementara perak melemah dan logam lain seperti platinum serta paladium justru sedikit menguat. Kombinasi ini menggambarkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian moneter global.

Bagi investor atau trader emas, apa langkah terbaik saat ini?

  • Pantau perkembangan The Fed dan data ekonomi AS. Keputusan suku bunga bisa menjadi pemicu lonjakan volatilitas.
  • Gunakan fase konsolidasi untuk evaluasi posisi. Koreksi kecil dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
  • Perhatikan level teknikal penting. Selama harga tetap bertahan di atas area US$4.000, momentum jangka panjang masih terjaga.

Di tengah pasar global yang sensitif terhadap berita, kehati-hatian adalah strategi yang paling bijaksana. Meskipun emas sedang terkoreksi, fondasi permintaan jangka panjang tetap solid. Dengan analisis yang tepat, periode stabil ini bisa menjadi pintu masuk menuju peluang baru.

Sumber Newsmaker.id, Coba demo trading Gratis di website berikut ini

No Comments

Post a Comment