Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Harga Emas Stabil di US$4.135: Sensitivitas Pasar Meningkat terhadap Sinyal Pemangkasan Suku Bunga The Fed

04:57 25 November in Gold, Market Review
0 Comments
0

A — Attention

Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa pagi di kisaran US$4.135 per troy ons, hanya sehari setelah logam mulia ini melonjak hampir 2%. Lonjakan pada hari sebelumnya menggambarkan betapa kuatnya respons pasar terhadap ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama setelah munculnya keyakinan bahwa Federal Reserve (The Fed) semakin dekat dengan keputusan pemangkasan suku bunga pada bulan depan.

Kondisi ini terjadi setelah pasar global melewati minggu-minggu penuh ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan AS yang berlangsung selama enam minggu, yang merupakan yang terpanjang dalam sejarah. Akibat penundaan rilis data ekonomi penting, setiap komentar pejabat bank sentral kini diperlakukan sebagai indikator arah kebijakan yang sangat vital.

I — Interest

Sentimen pasar mulai berubah lebih positif terutama setelah komentar dari Gubernur The Fed Christopher Waller, yang secara terbuka mendukung pemangkasan suku bunga pada Desember. Waller menyoroti pelemahan pasar tenaga kerja AS sebagai salah satu alasan utama mengapa pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin diperlukan. Ketika suku bunga turun, emas—yang tidak memberikan imbal hasil bunga—menjadi lebih kompetitif sebagai aset penyimpan nilai. Inilah sebabnya harga emas sering naik ketika pasar mengantisipasi penurunan suku bunga.

Tak hanya Waller, Presiden The Fed New York John Williams juga memberikan sinyal yang sama. Menurut Williams, pemangkasan suku bunga dalam “jangka pendek” masih sepenuhnya memungkinkan. Pernyataan dua pejabat penting The Fed ini langsung memicu penguatan harga emas dan memperkuat spekulasi bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga seperempat poin pada pertemuan kebijakan terakhir tahun ini.

Saat ini, swap trader memperkirakan peluang pemangkasan berada di hampir 80%, sebuah angka yang menunjukkan betapa kuatnya keyakinan pasar. Kombinasi komentar pejabat dan ekspektasi pasar ini menciptakan situasi di mana emas menjadi salah satu aset yang paling sensitif terhadap narasi kebijakan moneter.

D — Desire

Sensitivitas harga emas terhadap “omongan The Fed” semakin meningkat karena pasar kekurangan data ekonomi yang biasanya menjadi panduan utama investor. Penutupan pemerintahan AS selama enam minggu membuat rilis data penting seperti penjualan ritelindeks harga produsen (PPI), dan berbagai indikator tenaga kerja tertunda. Akibatnya, investor kini sangat bergantung pada komentar pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan selanjutnya.

Data tertunda yang mulai dirilis pekan ini menjadi fokus utama. Penjualan ritel dan PPI September yang keluar pada Selasa, serta klaim pengangguran pada hari berikutnya, diperkirakan akan memberikan gambaran awal apakah pelemahan ekonomi AS benar-benar cukup signifikan untuk meyakinkan The Fed melakukan pemangkasan suku bunga. Para analis menilai bahwa setiap data yang mengecewakan akan memperkuat peluang pemangkasan, dan pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.

Walaupun emas tengah bergerak datar setelah terkonsolidasi dari rekor tertinggi di atas US$4.380 per ons bulan lalu, tren jangka panjangnya tetap mengesankan. Sepanjang tahun ini, emas telah mencatat kenaikan sekitar 60%, menempatkan 2024 sebagai kandidat kuat untuk menjadi tahun dengan kinerja terbaik sejak 1979. Momentum besar ini membuat investor semakin percaya bahwa emas masih menawarkan potensi kenaikan, terutama jika siklus penurunan suku bunga benar-benar dimulai.

Stabilnya harga emas di US$4.135 pada sesi terakhir, meski indeks dolar Bloomberg dan pasar logam lainnya menunjukkan pelemahan minor, menegaskan sepanjang tahun emas tetap tampil sebagai salah satu aset yang paling kuat. Perak turun sekitar 0,3%, sementara platinum dan paladium juga melemah ringan. Namun, koreksi kecil di logam lain tidak mengubah fakta bahwa permintaan terhadap emas sebagai safe haven tetap sangat tinggi.

A — Action

Bagi investor, perkembangan ini membuka peluang strategis. Dengan meningkatnya kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya, emas berpotensi kembali menguat dalam waktu dekat. Sensitivitas harga emas terhadap setiap komentar pejabat The Fed menandakan bahwa volatilitas jangka pendek bisa menjadi kesempatan masuk bagi investor yang ingin memanfaatkan pergerakan harga.

Selain itu, fokus pasar pekan ini akan bergeser pada data ekonomi tertunda dan komentar terakhir pejabat The Fed sebelum periode blackout komunikasi yang dimulai pada 29 November. Jika data menunjukkan pelemahan yang lebih dalam, peluang emas untuk kembali menguji level psikologis US$4.200 bahkan lebih tinggi sangat terbuka.

Dengan latar belakang ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, harga emas yang tetap stabil di kisaran US$4.135 dan tren kenaikan tahunan hampir 60% menjadi sinyal bahwa logam mulia ini masih menjadi pilihan utama sebagai lindung nilai. Investor dapat mempertimbangkan untuk memantau rilis data pekan ini, mengidentifikasi titik masuk ideal, atau mengatur kembali strategi portofolio mereka untuk mengantisipasi potensi kenaikan berikutnya.

Sumber Newsmaker23, coba demo trading Gratis di website berikut ini

No Comments

Post a Comment