Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Emas Bangkit dari Luka, Rebound Tajam Usai Guncangan Pasar

03:05 03 February in Gold, Market Review
0 Comments
0

Attention Pasar logam mulia akhirnya menarik napas. Setelah dua hari dihantam jual besar-besaran yang membuat harga terjun bebas, emas kembali bangkit dan memangkas sebagian kerugiannya. Pergerakan ini langsung menarik perhatian pelaku pasar global, karena datang hanya berselang singkat setelah reli besar “pecah” dan memicu kepanikan. Pada perdagangan terbaru, spot emas melonjak hingga sekitar 2,9% mendekati level psikologis $4.800 per ons. Perak bahkan tampil lebih agresif, melesat sekitar 5% dan sempat menembus $83 per ons. Rebound ini menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai “tenang” setelah beberapa sesi penuh guncangan ekstrem.

Interest Kenaikan ini terasa kontras jika melihat apa yang terjadi sebelumnya. Dalam dua hari terakhir, emas sempat jatuh hampir 5% hanya dalam satu sesi, mencatat koreksi tajam yang jarang terjadi dalam waktu sesingkat itu. Padahal, belum lama ini logam mulia baru saja mencetak rekor tertinggi setelah terbang tinggi didorong lonjakan permintaan aset aman. Ketegangan geopolitik, kekhawatiran pelemahan nilai mata uang, hingga isu independensi bank sentral menjadi bahan bakar utama reli tersebut.

Namun, reli yang terlalu cepat juga membawa konsekuensi. Posisi pasar menjadi “overcrowded”—terlalu ramai di satu sisi. Ketika dolar AS mendadak menguat, banyak trader dan investor memilih mengamankan keuntungan. Aksi ambil untung ini kemudian memicu likuidasi posisi secara berantai, memperparah tekanan jual dan membuat harga emas serta perak runtuh dalam waktu singkat. Dalam kondisi seperti itu, volatilitas melonjak dan sentimen pasar berubah ekstrem hanya dalam hitungan jam.

Desire Rebound terbaru membuka kembali perdebatan besar: apakah ini hanya pantulan teknis, atau awal dari fase stabilisasi yang lebih panjang? Salah satu kunci jawabannya ada di Asia, khususnya Tiongkok. Laporan terbaru menyebutkan lonjakan kunjungan pembeli ke bursa emas terbesar di Shenzhen. Investor dan konsumen domestik ramai membeli perhiasan serta batangan emas menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek.

Fenomena “buy the dip” dari Tiongkok menjadi krusial, mengingat negara ini adalah salah satu konsumen emas terbesar dunia. Pasar domestik China sendiri akan libur lebih dari satu minggu mulai 16 Februari. Jika permintaan fisik tetap kuat sebelum dan setelah libur, hal ini berpotensi menjadi penopang harga emas di tengah volatilitas global yang masih tinggi.

Optimisme juga datang dari proyeksi bank-bank besar. Deutsche Bank AG, misalnya, tetap mempertahankan pandangan bullish dengan target emas berpotensi menuju $6.000 per ons pada tahun 2026. JP Morgan bahkan lebih agresif, memproyeksikan emas bisa mencapai $6.300 per ons pada akhir 2026. Alasan utamanya masih sama: dukungan permintaan investor dan pembelian bank sentral yang dinilai belum akan surut, meskipun pasar harus menerima kenyataan bahwa volatilitas ke depan kemungkinan tetap tinggi.

Dari sisi makro, dolar AS yang kembali sedikit melemah setelah penguatan singkat juga memberi ruang napas bagi komoditas berdenominasi USD. Di sesi Asia, harga emas dilaporkan berada di sekitar $4.778 per ons pada pagi hari di Singapura, sementara perak bergerak di kisaran $82–83. Platinum dan paladium pun ikut menguat, menandakan pemulihan bersifat cukup luas di sektor logam mulia.

Action Kesimpulannya, pergerakan kali ini lebih mencerminkan proses “bersih-bersih posisi” dibanding perubahan total cerita fundamental. Reli besar yang terlalu cepat memang perlu dikoreksi, dan pasar tampaknya sedang mencari keseimbangan baru. Arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh tiga faktor utama: kekuatan dolar AS, keputusan investor—terutama dari Tiongkok—untuk membeli saat harga turun, serta apakah volatilitas mampu mereda menjelang libur Imlek.

Bagi pelaku pasar, fase ini menuntut kehati-hatian ekstra. Rebound memang memberi peluang, tetapi fluktuasi tajam masih bisa muncul kapan saja. Emas dan perak kembali menunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai, namun jalannya tidak lagi lurus. Dalam situasi seperti ini, disiplin manajemen risiko dan pembacaan sentimen global menjadi kunci utama untuk menavigasi pasar logam mulia yang masih sarat kejutan.

5 Poin Inti:

  • Emas rebound hingga mendekati $4.800/ons, perak sempat menembus $83.
  • Sebelumnya harga jatuh tajam akibat reli “overcrowded” berbalik arah dan likuidasi posisi.
  • Permintaan China (buy the dip) jadi penentu arah berikutnya; pasar China libur mulai 16 Februari.
  • Bank besar masih bullish: Deutsche Bank target $6.000, JP Morgan $6.300 (akhir 2026).
  • Pelemahan dolar sedikit membantu pemulihan, namun volatilitas pasar tetap tinggi.

Sumber: Newsmaker.id

Kunjungin Website Trading Legal Terpercaya, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun

No Comments

Post a Comment