Blog

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Emas Menemukan Pijakan Dekat $4.500 Saat Perang Iran Masuki Pekan Kelima

08:43 31 March in Commodity, Gold
0 Comments
0
0 0
Read Time:3 Minute, 20 Second

Attention (Perhatian)

Image

Image

Image

Image

Pasar global kembali menyoroti pergerakan emas yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tekanan panjang. Di tengah konflik Timur Tengah yang telah memasuki pekan kelima, harga emas justru menemukan pijakan baru di kisaran $4.500 per ons. Kenaikan ini menjadi sinyal penting bahwa minat investor terhadap aset safe haven belum pudar, meskipun volatilitas pasar masih tinggi.

Logam mulia ini bahkan sempat melonjak hingga 1,9% sebelum memangkas sebagian keuntungannya. Pergerakan tersebut menunjukkan satu hal yang jelas: di tengah ketidakpastian global, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan nilai.


Interest (Minat)

Kenaikan harga emas selama dua hari berturut-turut didorong oleh aksi dip-buying, di mana investor memanfaatkan penurunan harga sebelumnya untuk masuk kembali ke pasar. Strategi ini mencerminkan keyakinan bahwa harga emas saat ini masih relatif menarik dibandingkan potensi kenaikan di masa depan.

Namun, faktor lain yang tak kalah penting adalah ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketua Jerome Powell memberikan sinyal bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang masih terkendali. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik akan memaksa bank sentral menaikkan suku bunga secara agresif.

Bagi emas, ini adalah kabar baik. Sebab, kenaikan suku bunga biasanya menjadi hambatan utama bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika tekanan suku bunga mereda, daya tarik emas otomatis meningkat.


Desire (Keinginan)

Image

Image

Image

Image

Meski sempat tertekan hingga sekitar 14% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, emas kini mulai menunjukkan ketahanan yang menarik perhatian pelaku pasar besar. Salah satu faktor penopang utama adalah pembelian agresif oleh bank sentral di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir.

Walau sempat ada anomali ketika bank sentral Turki menjual sekitar 60 ton emas, tren jangka panjang masih menunjukkan akumulasi yang kuat. Ini menjadi fondasi penting bagi reli emas, bahkan di tengah tekanan jangka pendek.

Di sisi lain, meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global juga memperkuat daya tarik emas. Sejumlah manajer dana besar di Wall Street menilai bahwa pasar saat ini meremehkan potensi penurunan ekonomi. Jika skenario ini terjadi, imbal hasil obligasi pemerintah AS kemungkinan akan turun, sehingga mengurangi opportunity cost memegang emas.

Dengan kata lain, semakin besar risiko resesi, semakin kuat posisi emas sebagai aset lindung nilai.


Action (Aksi)

Situasi geopolitik terus menjadi katalis utama. Presiden Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan aset energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka. Ancaman ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas, terlebih dengan keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain dan Uni Emirat Arab, serta gangguan listrik di Teheran akibat serangan rudal Israel, semakin memperkeruh situasi. Upaya diplomasi dari negara-negara seperti Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki memang terus berjalan, tetapi belum memberikan hasil yang signifikan.

Di tengah kondisi ini, pasar menghadapi dua skenario besar:

  1. Eskalasi konflik yang mendorong inflasi lebih tinggi dan berpotensi menekan emas dalam jangka pendek.
  2. Perlambatan ekonomi global yang justru akan menjadi bahan bakar bagi kenaikan emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Bagi investor, ini adalah momen krusial untuk mengambil keputusan. Apakah akan memanfaatkan koreksi sebagai peluang masuk, atau menunggu kepastian arah pasar?

Satu hal yang pasti, selama ketidakpastian global masih tinggi—baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi—emas akan tetap menjadi pemain utama dalam portofolio investasi. Harga yang kini bertahan di sekitar $4.500 per ons bisa jadi bukan sekadar titik stabilisasi, melainkan awal dari fase pergerakan berikutnya.


Kesimpulan: Emas mungkin sedang berada dalam fase konsolidasi, tetapi fondasi fundamentalnya tetap kuat. Dengan kombinasi ketegangan geopolitik, ekspektasi suku bunga yang lebih lunak, dan risiko ekonomi global, logam mulia ini masih memiliki ruang untuk kembali bersinar.

h Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *