Blog

Equityworld Cirebon | Harga Emas Membara Lagi Karena Iran, Tapi Alarm Bahaya Menanti

00:14 20 February in Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:3 Minute, 29 Second

Equityworld Futures Cirebon – Equityworld Cirebon | Harga Emas Membara Lagi Karena Iran, Tapi Alarm Bahaya Menanti. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas dan perak kembali menguat meskipun cenderung stabil. Harga emas menguat di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, hingga investor mulai fokus pada data inflasi AS. Pada perdagangan Kamis (19/2/2026), harga emas dunia ditutup di posisi US$ 4.998,96 atau menguat 0,40%.

Penguatan ini memperpanjang kenaikan harga emas selama dua hari beruntun. Kenaikan ini mendekatkan emas ke level US$ 5.000 Pada perdagangan hari ini Jumat (20/2/2026) hingga pukul 06.42 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat tipis 0,02% di posisi US$4.994,97 per troy ons. //

Kendati demikian, ada alarm bahaya ke depan yakni penurunan lebih lanjut. “Kita sedang mengalami pergerakan naik turun dan bergerak mendatar dengan volatilitas,” ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters. “Ketegangan dengan Iran mendukung harga emas, dan meskipun prospek yang lebih luas tetap cukup bullish, kita masih bisa melihat penurunan lebih lanjut yang didorong oleh faktor-faktor di luar situasi Iran.” imbuhnya. Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa mereka harus mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya atau hal-hal buruk akan terjadi, dan tampaknya menetapkan tenggat waktu 10 hari sebelum AS mungkin mengambil tindakan. Titik-titik rawan geopolitik dan ekonomi cenderung menguntungkan emas, karena logam kuning ini secara tradisional dipandang sebagai penyimpan nilai yang aman.

Kenapa ini penting?

Risalah dari pertemuan The Federal Reserve tanggal 27-28 Januari, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan para pembuat kebijakan terpecah pendapat mengenai jalur kebijakan moneter ke depan, dengan beberapa pihak terbuka untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain lebih menyukai pemotongan suku bunga jika tekanan harga mereda. Klaim pengangguran mingguan AS turun menjadi 206.000 pada pekan hingga 14 Februari, jauh di bawah ekspektasi untuk angka 225.000, memperkuat sinyal kekuatan yang ditunjukkan oleh laporan ketenagakerjaan bulanan yang kuat pekan lalu. Investor kini menantikan rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS pada hari Jumat, indikator inflasi pilihan Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan bank sentral AS.

Pasar saat ini memperkirakan penurunan suku bunga AS pertama tahun ini akan terjadi pada bulan Juni. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Pada perdagangan Kamis (19/2/2026), harga perak dunia ditutup di posisi US$ 78,35 atau menguat 1,51%

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Cirebon mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *