Blog

Emas Terombang Ambing oleh Geopolitik, Ancaman Trump dan Tekanan The Fed Jadi Perhatian Pasar

11:07 22 June in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:3 Minute, 43 Second

Attention: Harga Emas Bergerak Terbatas di Tengah Ketidakpastian Global

Pergerakan harga emas kembali menjadi sorotan pasar pada awal perdagangan Senin (22/06). Logam mulia bergerak terbatas setelah ketidakpastian geopolitik kembali meningkat menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran. Situasi ini membuat investor berada dalam posisi menunggu, karena pasar harus menimbang antara risiko konflik yang meningkat dan tekanan dari kebijakan moneter global.

Harga emas tercatat berada di sekitar US$4.155,80 per ons pada pukul 07.26 waktu Singapura. Pergerakan ini terjadi setelah emas mengalami tekanan sepanjang pekan sebelumnya dengan penurunan sekitar 1,5%. Bahkan, pada perdagangan Jumat, harga emas melemah selama tiga sesi berturut-turut, menunjukkan bahwa minat beli terhadap aset lindung nilai masih belum kembali kuat meskipun risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.

Pasar kini menghadapi dua kekuatan besar yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, ancaman konflik baru dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset aman. Namun di sisi lain, ekspektasi suku bunga tinggi dari bank sentral Amerika Serikat masih menjadi penghambat utama bagi pemulihan harga emas.

Interest: Negosiasi AS-Iran Menjadi Faktor Utama Pergerakan Emas

Perhatian investor saat ini tertuju pada perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Swiss. Negosiasi tersebut bertujuan mencari solusi permanen atas konflik yang telah memberikan tekanan besar terhadap pasar global, terutama sektor energi dan aset berisiko.

Proses perundingan sempat mengalami gangguan setelah muncul laporan bahwa Iran menghentikan pembicaraan akibat ancaman dari Trump. Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa diskusi masih terus berjalan hingga awal pekan ini. Sebelumnya, kedua pihak telah menyepakati nota kesepahaman yang membuka ruang negosiasi selama 60 hari sebagai bagian dari upaya de-eskalasi konflik.

Bagi pasar emas, hasil pembicaraan tersebut menjadi faktor penting. Jika negosiasi berjalan positif dan risiko konflik menurun, permintaan terhadap emas sebagai aset perlindungan dapat berkurang. Sebaliknya, jika ketegangan kembali meningkat, investor kemungkinan akan kembali mencari keamanan melalui logam mulia.

Selain konflik AS-Iran, pasar juga mengamati perkembangan situasi di Timur Tengah, terutama terkait keamanan jalur energi global. Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena wilayah tersebut merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan minyak dunia.

Meskipun aliran minyak melalui Hormuz masih berjalan sepanjang akhir pekan, kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan belum sepenuhnya menghilang. Risiko terhadap energi tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi inflasi global dan keputusan kebijakan moneter.

Desire: Suku Bunga Tinggi Membatasi Potensi Kenaikan Emas

Di tengah ketidakpastian geopolitik, tekanan terbesar bagi emas masih datang dari prospek suku bunga Amerika Serikat. Harga emas telah mengalami penurunan selama tiga pekan berturut-turut dan melemah lebih dari seperlima sejak konflik mulai meningkat pada akhir Februari.

Kenaikan harga energi akibat risiko gangguan pasokan memberikan tantangan baru bagi bank sentral. Jika inflasi kembali meningkat, pasar memperkirakan The Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan ketat lebih lama atau bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan.

Kondisi tersebut menjadi beban bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga. Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung memilih aset yang memberikan keuntungan lebih langsung sehingga daya tarik emas dapat berkurang.

Selain itu, arah dolar AS juga menjadi faktor penting. Penguatan dolar biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Pasar kini menunggu data ekonomi Amerika Serikat berikutnya, terutama indeks harga PCE yang dijadwalkan rilis Kamis. Data tersebut akan menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai arah inflasi dan kemungkinan langkah The Fed ke depan.

Action: Investor Menunggu Sinyal Baru dari Geopolitik dan Ekonomi

Secara keseluruhan, emas masih bergerak dalam kondisi penuh ketidakpastian. Harga bertahan di sekitar level US$4.170 setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Ancaman Trump terhadap Iran menjaga risiko geopolitik tetap tinggi, tetapi kelanjutan negosiasi AS-Iran memberikan harapan bahwa ketegangan dapat mereda.

Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada beberapa katalis utama, termasuk hasil pembicaraan Swiss, perkembangan hubungan Israel-Hizbullah, pergerakan dolar AS, serta data inflasi Amerika Serikat.

Jika ketegangan geopolitik meningkat kembali, emas berpotensi mendapatkan dukungan sebagai aset safe haven. Namun, apabila konflik mereda dan tekanan inflasi tetap tinggi, perhatian investor kemungkinan akan kembali tertuju pada kebijakan The Fed.

Dengan kondisi pasar yang masih penuh tarik-menarik, emas diperkirakan tetap bergerak fluktuatif. Investor perlu mencermati setiap perkembangan karena perubahan kecil dalam geopolitik maupun kebijakan moneter dapat menjadi pemicu utama arah harga emas berikutnya.

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *