Blog

Emas Tahan Banting, Pembelian Bank Sentral Jadi Penopang

09:22 23 July in Gold, Market Update, Uncategorized
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 18 Second

Harga emas kembali menunjukkan ketahanan setelah mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir. Meski sempat bergerak melemah akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya imbal hasil obligasi, serta kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi, logam mulia ini mulai menemukan pijakan yang lebih kokoh.

Di balik stabilnya pergerakan emas, terdapat satu faktor fundamental yang terus memberikan dukungan kuat, yakni pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia. Selama tren akumulasi emas oleh sektor resmi masih berlangsung, prospek pelemahan XAU/USD dinilai semakin terbatas.

Harga Emas Bertahan di Atas US$4.100 per Troy Ounce

Sepanjang Juli, harga emas bergerak stabil di atas level US$4.100 per troy ounce. Kinerja tersebut membuka peluang bagi emas untuk mencatatkan kenaikan bulanan pertama sejak konflik Timur Tengah kembali memanas.

Pergerakan ini cukup menarik karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik geopolitik yang kembali memanas mendorong harga minyak dunia naik setelah sebelumnya mengalami penurunan selama hampir dua bulan.

Normalnya, kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi sehingga memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik dolar AS dan obligasi pemerintah.

Namun kali ini, emas justru mampu bertahan. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat kekuatan fundamental lain yang menopang permintaan logam mulia.

Investor Kembali Melirik Emas sebagai Aset Diversifikasi

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian, investor mulai kembali memasukkan emas ke dalam portofolio mereka sebagai instrumen diversifikasi.

Selain konflik Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, pelaku pasar juga masih mencermati berbagai risiko lain, seperti kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang berpotensi memicu perang dagang baru.

Di sisi lain, muncul pula keraguan mengenai keberlanjutan reli saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang selama ini menjadi motor utama penguatan indeks saham global.

Ketika berbagai ketidakpastian tersebut meningkat, emas kembali menjadi pilihan utama karena dikenal sebagai aset safe haven yang mampu menjaga nilai investasi dalam jangka panjang.

Pembelian Bank Sentral Menjadi Penopang Terbesar Harga Emas

Faktor yang paling kuat menopang harga emas saat ini berasal dari aksi pembelian bank sentral di berbagai negara.

World Gold Council memperkirakan pembelian bersih emas oleh sektor resmi mencapai sekitar 244 ton pada kuartal pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 208 ton pada kuartal sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa bank sentral masih terus memperbesar kepemilikan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa mereka.

China menjadi salah satu contoh paling konsisten. Negara tersebut kembali menambah cadangan emas pada Juni, menandai bulan ke-20 berturut-turut melakukan akumulasi logam mulia.

Sementara itu, Polandia juga masih menjadi salah satu pembeli emas terbesar di dunia. Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan berbagai negara terhadap emas sebagai aset strategis di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Mengapa Bank Sentral Terus Memborong Emas?

Ada beberapa alasan mengapa bank sentral di seluruh dunia semakin agresif membeli emas.

Pertama, pasokan emas relatif terbatas sehingga nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan aset keuangan lainnya.

Kedua, emas tidak memiliki risiko pihak lawan (counterparty risk). Berbeda dengan obligasi atau aset keuangan lainnya yang bergantung pada kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya, emas tetap memiliki nilai intrinsik.

Ketiga, banyak negara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Perubahan ini semakin terlihat setelah pembekuan sebagian cadangan devisa Rusia pada 2022. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aset berbasis mata uang asing dapat menghadapi risiko geopolitik.

Sejak saat itu, semakin banyak bank sentral menjadikan emas sebagai instrumen penting untuk memperkuat cadangan devisa sekaligus meningkatkan ketahanan sistem keuangan nasional.

Faktor yang Masih Berpotensi Menekan XAU/USD

Meski prospek emas terlihat lebih stabil, investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko yang dapat membatasi kenaikan harga.

Salah satunya adalah lonjakan harga minyak dunia. Jika konflik Timur Tengah terus meningkat hingga mendorong minyak menembus US$100 per barel, inflasi global berpotensi kembali meningkat.

Kondisi tersebut dapat membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kebijakan moneter yang lebih ketat.

Selain itu, penguatan dolar AS sebagai aset safe haven juga dapat memberikan tekanan terhadap harga emas. Ketika dolar menguat, harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan dapat menurun.

Risiko lainnya berasal dari pasar saham. Apabila optimisme terhadap sektor teknologi dan perusahaan berbasis AI kembali meningkat, sebagian investor kemungkinan akan mengalihkan dana dari aset lindung nilai menuju aset berisiko dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Prospek Harga Emas Masih Positif

Secara keseluruhan, prospek harga emas masih cukup menjanjikan selama pembelian bank sentral tetap kuat dan kekhawatiran terhadap utang pemerintah global terus meningkat.

Permintaan dari sektor resmi menjadi fondasi yang lebih kokoh dibandingkan sekadar sentimen jangka pendek di pasar keuangan. Selama tren akumulasi emas oleh bank sentral berlanjut, tekanan penurunan harga diperkirakan akan semakin terbatas.

Bagi investor, kondisi ini menunjukkan bahwa emas masih layak dipertimbangkan sebagai aset lindung nilai dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik, dinamika kebijakan moneter, serta potensi perlambatan ekonomi global. Dengan kombinasi permintaan bank sentral yang solid dan meningkatnya kebutuhan diversifikasi aset, XAU/USD berpeluang mempertahankan tren positifnya dalam beberapa bulan mendatang.

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *