Blog

Harga Emas Melonjak Usai Serangan AS-Iran Berhenti

09:04 27 July in Gold, Market Review
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 6 Second

Harga emas kembali mencuri perhatian pasar pada awal pekan. Logam mulia ini melonjak lebih dari 1% setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi saling serang yang telah berlangsung hampir dua pekan. Meredanya ketegangan geopolitik langsung mengubah sentimen investor dan memicu pergerakan signifikan di berbagai aset global.

Kenaikan harga emas menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Meski konflik mulai mereda, investor tetap berhati-hati karena risiko baru masih dapat muncul sewaktu-waktu. Lantas, bagaimana prospek harga emas setelah gencatan senjata ini?

Harga Emas Naik Tajam Setelah Konflik Mereda

Harga emas spot menguat sekitar 1,1% menjadi US$4.116,03 per troy ounce pada perdagangan Senin (27/07). Penguatan ini terjadi setelah Amerika Serikat menghentikan operasi militernya terhadap Iran selama akhir pekan, sementara Teheran juga memberi sinyal menahan serangan balasan.

Perubahan situasi tersebut langsung disambut positif oleh pelaku pasar. Kekhawatiran mengenai terganggunya pasokan energi global mulai berkurang sehingga tekanan inflasi diperkirakan ikut mereda.

Meski biasanya emas menguat saat ketidakpastian meningkat, kali ini logam mulia justru memperoleh dukungan dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Turunnya risiko lonjakan harga energi membuat pasar kembali memperhitungkan peluang suku bunga yang lebih stabil ke depan.

Meredanya Ketegangan Picu Optimisme Pasar

Perhatian investor tidak hanya tertuju pada penghentian serangan militer. Iran juga menggelar pembicaraan dengan Oman untuk membahas kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Langkah diplomatik tersebut memberi harapan bahwa distribusi energi global dapat kembali normal. Akibatnya, harga minyak Brent sempat merosot lebih dari 7% hingga turun ke bawah level US$90 per barel.

Penurunan harga minyak menjadi kabar baik bagi pasar karena dapat mengurangi tekanan inflasi global. Jika inflasi melambat, bank sentral memiliki ruang yang lebih besar untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tanpa perlu melakukan pengetatan tambahan.

Harapan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong minat beli terhadap emas kembali meningkat.

Risiko Timur Tengah Belum Sepenuhnya Hilang

Meski situasi terlihat lebih tenang, pasar belum berani sepenuhnya mengabaikan risiko geopolitik.

Kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas yang berkaitan dengan Saudi Aramco di wilayah Jizan dan Yanbu. Klaim tersebut mengingatkan investor bahwa konflik di Timur Tengah masih memiliki potensi untuk kembali memanas kapan saja.

Selama ancaman terhadap jalur distribusi energi masih ada, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi. Investor pun memilih tetap menjaga sebagian portofolio mereka pada aset safe haven seperti emas sebagai langkah antisipasi.

Inilah alasan mengapa harga emas tetap bertahan kuat meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda.

Level US$4.000 Masih Menjadi Penopang Penting

Sejak akhir Juni, harga emas beberapa kali menguji area psikologis US$4.000 per troy ounce. Hingga kini level tersebut masih mampu bertahan sebagai zona penopang yang cukup kuat.

Setiap kali harga mendekati area tersebut, permintaan investor cenderung meningkat sehingga mampu membatasi tekanan jual.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat emas sebagai instrumen lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan menuju area yang lebih tinggi masih tetap terbuka.

Pelemahan Dolar Ikut Mendukung Harga Emas

Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar Amerika Serikat juga menjadi katalis positif bagi logam mulia.

Indeks dolar melemah sekitar 0,2%, sehingga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Kondisi tersebut mendorong peningkatan permintaan fisik maupun investasi.

Hubungan antara dolar dan emas memang cenderung berlawanan arah. Saat nilai dolar melemah, daya tarik emas biasanya meningkat karena biaya pembelian menjadi relatif lebih rendah bagi investor global.

Kombinasi pelemahan dolar dan meredanya risiko inflasi menjadi faktor utama yang menopang kenaikan harga emas pada awal pekan ini.

Perak Ikut Bersinar Bersama Emas

Tidak hanya emas yang menikmati sentimen positif. Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan yang cukup signifikan.

Harga perak melonjak sekitar 2,7% menjadi US$59,72 per ounce, menunjukkan bahwa minat investor terhadap sektor logam mulia meningkat secara keseluruhan.

Penguatan perak memperlihatkan optimisme pasar terhadap aset yang memiliki fungsi ganda, yakni sebagai instrumen investasi sekaligus bahan baku industri.

Apabila sentimen positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin pergerakan perak akan mengikuti tren kenaikan emas dalam beberapa pekan mendatang.

Prospek Harga Emas Masih Bergantung pada Geopolitik

Pergerakan harga emas dalam jangka pendek diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah. Setiap kabar mengenai negosiasi damai maupun potensi eskalasi baru dapat memicu perubahan sentimen secara cepat.

Di sisi lain, investor juga akan terus mencermati arah kebijakan Federal Reserve serta perkembangan inflasi Amerika Serikat. Kombinasi faktor geopolitik, harga minyak, pergerakan dolar, dan ekspektasi suku bunga akan menjadi penentu utama arah harga emas selanjutnya.

Selama ketidakpastian global masih membayangi pasar dan harga mampu bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce, prospek emas dinilai tetap menarik sebagai aset safe haven sekaligus instrumen diversifikasi portofolio.

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *