Blog

Intervensi Jepang Angkat Harga Emas, Dolar AS Melemah

08:29 31 July in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 5 Second

Harga emas kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Jumat (31/07). Logam mulia berhasil bertahan di zona hijau setelah dolar Amerika Serikat (AS) melemah tajam akibat dugaan intervensi pemerintah Jepang untuk menopang nilai tukar yen. Pelemahan dolar tersebut menjadi katalis penting yang membuat emas lebih menarik bagi investor global.

Tidak hanya faktor mata uang, keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga juga menjadi sentimen positif bagi pasar emas. Kombinasi kedua faktor ini membuka peluang bagi emas untuk mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Februari.

Harga Emas Menguat karena Dolar AS Tertekan

Harga emas bergerak di dekat level tertinggi dalam beberapa hari terakhir setelah indeks dolar AS mengalami pelemahan signifikan. Kondisi ini terjadi menyusul dugaan intervensi otoritas Jepang di pasar valuta asing guna menghentikan pelemahan yen yang telah berlangsung cukup lama.

Melemahnya dolar AS memberikan keuntungan bagi pasar emas. Sebab, emas diperdagangkan menggunakan mata uang dolar sehingga ketika nilainya turun, harga emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya. Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia meningkat dan mampu menopang kenaikan harga.

Selain meningkatkan daya beli investor global, pelemahan dolar juga mendorong pelaku pasar untuk kembali mengalihkan sebagian dana ke aset safe haven seperti emas.

Keputusan The Fed Menjadi Angin Segar bagi Emas

Selain pengaruh pergerakan mata uang, keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuannya turut memberikan dorongan positif bagi harga emas.

Sebelumnya, sebagian pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS masih berpeluang menaikkan suku bunga karena inflasi Amerika tetap berada di atas target. Namun, keputusan untuk mempertahankan suku bunga memberikan sinyal bahwa The Fed masih memilih menunggu perkembangan data ekonomi berikutnya sebelum mengambil langkah lanjutan.

Bagi pasar emas, keputusan tersebut menjadi kabar baik. Pasalnya, suku bunga yang tidak naik membuat biaya peluang memegang emas tetap rendah dibandingkan aset berbunga seperti obligasi.

Akibatnya, minat investor terhadap logam mulia kembali meningkat setelah sebelumnya sempat tertekan oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih agresif.

Sikap Hawkish The Fed Masih Membatasi Kenaikan

Meski demikian, peluang kenaikan emas masih dibayangi sikap hati-hati dari para pejabat Federal Reserve.

Hasil pemungutan suara dalam rapat kebijakan menunjukkan bahwa masih terdapat anggota yang menginginkan kebijakan moneter lebih ketat apabila tekanan inflasi belum mereda.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga menegaskan bahwa bank sentral tetap siap menaikkan suku bunga apabila inflasi terus bertahan di atas target jangka panjang.

Pernyataan tersebut membuat investor belum sepenuhnya menghapus kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang.

Jika inflasi kembali meningkat, terutama akibat kenaikan harga energi, The Fed masih memiliki ruang untuk memperketat kebijakan moneternya. Kondisi inilah yang berpotensi membatasi reli harga emas dalam jangka pendek.

Jepang Diduga Kembali Intervensi Pasar Valuta Asing

Perhatian pasar juga tertuju pada Jepang setelah yen menguat cukup tajam terhadap dolar AS.

Penguatan tersebut memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan mata uangnya.

Selama beberapa bulan terakhir, yen terus berada di bawah tekanan akibat perbedaan kebijakan moneter antara Jepang dan Amerika Serikat.

Bahkan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai yen masih berada pada level yang terlalu murah. Ia juga mengingatkan bahwa pergerakan mata uang yang terlalu ekstrem dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan global.

Komentar tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa otoritas Jepang akan terus menjaga stabilitas nilai tukar apabila volatilitas kembali meningkat.

Konflik Timur Tengah Masih Menjadi Faktor Penting

Selain isu kebijakan moneter dan pergerakan mata uang, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Ketegangan geopolitik biasanya memberikan dukungan terhadap harga emas karena investor cenderung mencari aset yang dianggap aman ketika risiko global meningkat.

Namun di sisi lain, konflik juga memicu lonjakan harga minyak dan energi. Apabila harga energi terus naik, tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama sehingga membuka peluang bagi bank sentral untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

Situasi tersebut menciptakan dua kekuatan yang saling berlawanan terhadap harga emas. Di satu sisi, permintaan safe haven meningkat, tetapi di sisi lain ekspektasi suku bunga tinggi dapat membatasi kenaikan logam mulia.

Prospek Harga Emas Masih Bergantung pada Tiga Faktor

Memasuki perdagangan berikutnya, arah harga emas diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama.

Pertama, pergerakan dolar AS akan tetap menjadi indikator penting karena memiliki hubungan yang kuat dengan harga emas. Jika dolar terus melemah, peluang kenaikan emas akan semakin terbuka.

Kedua, investor akan mencermati setiap pernyataan pejabat Federal Reserve terkait prospek inflasi dan arah suku bunga beberapa bulan ke depan.

Ketiga, perkembangan konflik di Timur Tengah juga akan menentukan besarnya permintaan terhadap aset safe haven.

Selama ketiga faktor tersebut masih berlangsung, volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi. Meski demikian, kombinasi pelemahan dolar AS dan keputusan The Fed menahan suku bunga memberikan fondasi yang cukup kuat bagi emas untuk menutup bulan Juli dengan kinerja positif sekaligus mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Februari.

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *