Blog

Harga Emas Bergerak Terbatas di Tengah Penantian

08:27 04 August in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 7 Second

Harga emas masih bergerak dalam kisaran sempit pada perdagangan Asia, Selasa (4/8). Logam mulia belum mampu melanjutkan reli yang lebih kuat karena pelaku pasar memilih menunggu kepastian mengenai perkembangan pembicaraan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati sebelum mengambil posisi baru.

Emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.052,81 per troy ounce setelah menutup perdagangan sebelumnya dengan kenaikan tipis sekitar 0,2%. Meski berhasil mempertahankan penguatan, pergerakan harga masih terbatas akibat belum adanya kepastian dari sisi geopolitik maupun kebijakan moneter Amerika Serikat.

Di sisi lain, pasar juga terus mencermati arah suku bunga Federal Reserve. Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter menjadi dua faktor utama yang menentukan arah harga emas dalam jangka pendek.

Selat Hormuz Masih Menjadi Kunci Pergerakan Harga Emas

Perhatian investor kini tertuju pada perkembangan diplomasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama ekspor minyak dari Timur Tengah ke berbagai negara.

Apabila jalur tersebut kembali beroperasi secara normal, pasokan energi global diperkirakan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi menekan harga minyak dunia sehingga kekhawatiran terhadap inflasi ikut mereda.

Bagi pasar emas, penurunan tekanan inflasi dapat mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Sebaliknya, jika negosiasi mengalami kebuntuan dan risiko gangguan pasokan energi kembali meningkat, emas berpeluang memperoleh sentimen positif sebagai aset safe haven.

Inilah alasan mengapa perkembangan Selat Hormuz menjadi faktor yang sangat diperhatikan investor global dalam beberapa hari terakhir.

Diplomasi AS dan Iran Masih Penuh Ketidakpastian

Situasi semakin menarik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut tawaran diplomasi terbaru sebagai kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan.

Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat respons berbeda dari Teheran. Pemerintah Iran membantah adanya perundingan langsung dengan Washington. Iran hanya mengakui terdapat kemajuan pembicaraan bersama Oman yang berfokus pada pembentukan jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Perbedaan pernyataan kedua negara menunjukkan bahwa proses diplomasi masih jauh dari kata selesai. Selama kepastian belum tercapai, volatilitas harga minyak maupun emas diperkirakan tetap tinggi.

Investor pun memilih menunggu hasil nyata dibandingkan hanya bereaksi terhadap pernyataan politik yang masih berubah-ubah.

Sikap The Fed Turut Membatasi Kenaikan Emas

Selain isu geopolitik, kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama pasar.

Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menilai tingkat suku bunga saat ini masih berada pada level yang tepat. Menurutnya, inflasi diperkirakan akan terus melandai pada semester kedua sehingga belum diperlukan perubahan kebijakan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50% hingga 3,75%. Meski demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya bulat karena terdapat tiga pejabat bank sentral yang mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Perbedaan pandangan di internal The Fed membuat pelaku pasar semakin berhati-hati. Investor kini menunggu data ekonomi Amerika Serikat berikutnya sebagai petunjuk mengenai kemungkinan arah kebijakan moneter beberapa bulan mendatang.

Selama belum ada sinyal yang lebih jelas mengenai pemangkasan ataupun kenaikan suku bunga, harga emas diperkirakan masih bergerak dalam rentang yang terbatas.

Citi Research Masih Optimistis terhadap Prospek Emas

Meski pergerakan jangka pendek terlihat terbatas, prospek emas dalam jangka menengah masih dinilai cukup positif.

Citi Research memperkirakan harga emas berpotensi bergerak datar atau sedikit melemah dalam satu bulan ke depan. Namun setelah itu, logam mulia diproyeksikan kembali menguat hingga mendekati US$4.500 per troy ounce pada kuartal keempat tahun ini.

Proyeksi tersebut didasarkan pada beberapa asumsi utama. Pertama, konflik geopolitik mulai mereda sehingga ketidakpastian global berkurang secara bertahap. Kedua, dolar Amerika Serikat diperkirakan melemah sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor internasional. Ketiga, suku bunga riil diprediksi mulai menurun sehingga biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah.

Jika ketiga faktor tersebut terjadi secara bersamaan, peluang kenaikan harga emas akan kembali terbuka lebar menjelang akhir tahun.

Analisis Teknikal: Area US$4.050 Jadi Penentu

Secara teknikal, harga emas masih berada dalam fase konsolidasi. Level US$4.050 menjadi area penting yang menentukan arah pergerakan berikutnya.

Apabila harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang menguji resistance di kisaran US$4.080 hingga US$4.100 masih terbuka. Penembusan area tersebut dapat menjadi sinyal awal dimulainya tren kenaikan baru.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah US$4.050, maka support berikutnya berada pada kisaran US$4.020 hingga US$4.000. Area tersebut diperkirakan menjadi zona pertahanan utama bagi pembeli.

Dalam jangka pendek, pasar diperkirakan tetap bergerak hati-hati sambil menunggu kepastian mengenai pembukaan Selat Hormuz serta sinyal lanjutan dari Federal Reserve. Selama kedua faktor tersebut belum memberikan arah yang jelas, harga emas berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan volatilitas yang tetap tinggi.

Bagi investor, perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter Amerika Serikat akan menjadi katalis utama yang menentukan apakah emas mampu melanjutkan kenaikan atau justru kembali mengalami tekanan dalam beberapa pekan mendatang.

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *