Harga Emas Bertahan di US$4.070, Pasar Menanti Data ADP
Harga emas hari ini bergerak stabil di kisaran US$4.070 per troy ons pada perdagangan Asia Rabu (5/8). Pergerakan logam mulia masih terbatas karena pasar dihadapkan pada dua sentimen yang saling berlawanan. Di satu sisi, meredanya ketegangan di Selat Hormuz menekan permintaan aset safe haven. Di sisi lain, turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve memberikan dukungan bagi harga emas.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini. Laporan ADP Non-Farm Employment Change diperkirakan menjadi petunjuk penting sebelum rilis data Non-Farm Payroll (NFP) pada akhir pekan.
Harga Emas Bergerak Stabil di Tengah Sentimen Beragam
Pada perdagangan Asia, harga emas spot turun tipis sekitar 0,2% menjadi US$4.069,41 per troy ons. Pelemahan ini terjadi setelah emas mencatat kenaikan sekitar 0,6% pada sesi sebelumnya.
Pergerakan yang relatif sempit juga dipengaruhi oleh dolar Amerika Serikat yang bergerak datar. Tanpa dorongan dari penguatan maupun pelemahan dolar, harga emas kesulitan membentuk tren baru.
Investor memilih bersikap hati-hati sambil menunggu perkembangan negosiasi geopolitik dan data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Kemajuan Pembicaraan Hormuz Redakan Kekhawatiran Pasar
Perhatian investor masih tertuju pada perkembangan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
Qatar mengungkapkan bahwa rancangan proposal pembukaan kembali jalur tersebut telah disiapkan. Sementara itu, pejabat Amerika Serikat dan Iran juga memberikan sinyal bahwa proses negosiasi mulai menunjukkan kemajuan.
Optimisme tersebut langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak mentah mengalami penurunan cukup tajam setelah sebelumnya sempat melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan global.
Minyak Brent ditutup di sekitar US$79,36 per barel, sedangkan minyak WTI berada di US$75,77 per barel. Turunnya harga minyak mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi energi yang sebelumnya menjadi perhatian utama pasar.
Penurunan Harga Minyak Kurangi Tekanan bagi The Fed
Meredanya harga minyak membuat tekanan inflasi diperkirakan tidak akan sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan.
Kondisi tersebut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve. Jika sebelumnya investor memperkirakan dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, kini ekspektasi tersebut menyusut menjadi hanya satu kali kenaikan.
Prospek suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi kabar baik bagi emas. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil sehingga menjadi lebih menarik ketika tingkat bunga diperkirakan tidak naik terlalu agresif.
Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mendorong harga emas naik signifikan.
Berkurangnya Permintaan Safe Haven Batasi Kenaikan Emas
Di sisi lain, kemajuan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran justru mengurangi kebutuhan investor terhadap aset aman.
Saat risiko geopolitik menurun, sebagian dana biasanya mulai berpindah ke aset berisiko seperti saham dan komoditas industri.
Akibatnya, harga emas kehilangan salah satu faktor pendukung utamanya. Kondisi ini menciptakan keseimbangan antara sentimen positif dari prospek suku bunga yang lebih rendah dan sentimen negatif akibat meredanya ketegangan geopolitik.
Hasil akhirnya, harga emas masih bergerak dalam rentang yang relatif sempit.
Sikap The Fed Masih Menjadi Faktor Penting
Federal Reserve sebelumnya kembali mempertahankan suku bunga acuannya untuk kelima kali secara berturut-turut.
Meski demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya bulat. Tiga pejabat bank sentral masih menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter Amerika Serikat masih sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.
Karena itu, setiap laporan inflasi maupun ketenagakerjaan akan menjadi penentu utama pergerakan dolar dan harga emas.
Investor China Terus Borong Emas
Selain faktor global, permintaan fisik dari China juga memberikan dukungan penting bagi harga emas.
ETF berbasis emas di negara tersebut mencatat arus masuk selama 14 hari berturut-turut hingga Senin. Ini menjadi periode pembelian terpanjang sejak Maret.
Arus dana yang konsisten menunjukkan bahwa investor China masih memanfaatkan pelemahan harga untuk melakukan akumulasi.
Permintaan tersebut membantu menjaga harga emas tetap bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ons, meskipun tekanan dari berkurangnya permintaan aset safe haven masih berlangsung.
Data ADP Malam Ini Jadi Penentu Arah Harga Emas
Fokus utama pasar hari ini adalah rilis ADP Non-Farm Employment Change bulan Juli yang dijadwalkan pada pukul 19.15 WIB.
Konsensus pasar memperkirakan penambahan tenaga kerja berada di kisaran 68.000–70.000, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 98.000.
Apabila hasil ADP lebih rendah dari perkiraan, peluang pelemahan dolar akan meningkat karena pasar semakin yakin Federal Reserve tidak akan agresif menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga emas naik.
Sebaliknya, jika data ketenagakerjaan jauh lebih kuat dari ekspektasi, peluang kenaikan suku bunga bisa kembali menguat sehingga memberi tekanan terhadap harga emas.
Analisis Teknikal Harga Emas
Secara teknikal, harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan area perdagangan di kisaran US$4.050 hingga US$4.100 per troy ons.
Apabila mampu menembus resistance di US$4.100, peluang kenaikan diperkirakan terbuka menuju area US$4.135 hingga US$4.150.
Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$4.050, tekanan jual berpotensi membawa emas menguji support berikutnya di US$4.020 hingga US$4.000.
Untuk sementara, arah pergerakan emas masih akan sangat dipengaruhi oleh hasil data ADP malam ini dan laporan Non-Farm Payroll (NFP) pada Jumat. Kedua data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama apakah emas mampu melanjutkan kenaikan atau kembali tertekan dalam jangka pendek.
Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi
Informasi: Artikel ini ditulis ole
- Akun Demo Trading
- Kontak Resmi
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.