Blog

Gold Bertahan di Atas US$4.600, Warsh Jadi Penentu

09:14 27 August in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 24 Second

Harga emas kembali menunjukkan ketahanan pada perdagangan Kamis (27/8), setelah sempat terkoreksi akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi Amerika Serikat. Spot gold naik sekitar 0,6% ke US$4.619,54 per troy ons dan sempat menguat 0,7% pada awal perdagangan Asia.

Pergerakan tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk mengubah tren emas secara keseluruhan. Investor kini menunggu satu agenda penting yang berpotensi menentukan arah harga emas berikutnya: pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole.

Harga Emas Kembali Menguat Setelah Koreksi

Kenaikan harga emas pada Kamis memberikan sedikit kelegaan bagi pasar setelah bullion menghentikan reli lima hari berturut-turut pada sesi sebelumnya.

Koreksi terjadi setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih cukup tinggi. Kondisi tersebut memunculkan kembali kekhawatiran bahwa Federal Reserve belum dapat melonggarkan kebijakan moneternya dan bahkan masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga.

Respons pasar terlihat pada penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury. Kedua faktor tersebut biasanya menjadi tantangan bagi emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil dan dihargai dalam dolar AS.

Namun, emas mampu membatasi penurunannya. Kemampuan harga untuk kembali bergerak di atas US$4.600 menunjukkan minat beli masih cukup solid meskipun pasar menghadapi tekanan dari sisi fundamental.

Kinerja Agustus Masih Sangat Positif

Di tengah volatilitas jangka pendek, performa emas sepanjang Agustus masih mencerminkan momentum bullish yang kuat.

Bullion telah mencatat kenaikan sekitar 14% sepanjang bulan ini. Salah satu faktor pendukung utama berasal dari langkah mengejutkan Departemen Keuangan AS di pasar obligasi melalui program buyback Treasury tenor panjang.

Kebijakan tersebut memicu perhatian investor terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat. Kekhawatiran mengenai besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan keberlanjutan utang AS kembali memperkuat narasiΒ debasement trade, yakni strategi investor untuk melindungi nilai aset ketika muncul kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang.

Dalam kondisi seperti ini, emas kembali mendapatkan daya tarik sebagai aset lindung nilai jangka panjang.

Arus Dana ETF Jadi Sinyal Positif

Selain faktor fiskal AS, permintaan investasi terhadap emas juga menunjukkan perkembangan positif.

ETF berbasis emas yang dipantau Bloomberg menerima tambahan lebih dari 28 ton pada pekan lalu. Arus masuk tersebut menjadi yang terbesar sejak Januari dan menunjukkan bahwa investor institusional mulai meningkatkan eksposur terhadap logam mulia.

Arus dana ETF penting untuk diperhatikan karena dapat memberikan dukungan tambahan terhadap harga emas. Ketika pembelian melalui produk investasi berbasis emas meningkat, permintaan fisik yang terkait dengan instrumen tersebut juga berpotensi memberikan dorongan terhadap harga spot.

Dari sisi teknikal, emas juga masih diperdagangkan di atas moving average 200 hari. Kondisi ini menunjukkan struktur tren jangka menengah masih berada dalam fase positif.

Dengan demikian, koreksi yang terjadi sejauh ini lebih terlihat sebagai konsolidasi daripada perubahan tren bearish.

Warsh Jadi Fokus Utama Pasar

Perhatian investor kini beralih ke pidato Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat (28/8).

Pidato tersebut menjadi penting karena merupakan salah satu kesempatan besar bagi pasar untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve di tengah inflasi yang masih persisten.

Investor akan mencermati bagaimana Warsh menilai perkembangan inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, serta prospek suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Jika Warsh menyampaikan pandangan hawkish dan menegaskan bahwa suku bunga masih perlu dipertahankan tinggi atau bahkan dinaikkan, dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat. Skenario tersebut dapat membatasi kenaikan emas.

Sebaliknya, apabila Warsh memberikan sinyal yang lebih berhati-hati dan membuka peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat berkurang. Investor kemungkinan kembali meningkatkan pembelian bullion sebagai alternatif terhadap aset berbasis dolar.

US$4.600 Menjadi Level Penting Harga Emas

Dari perspektif teknikal, area US$4.600 menjadi level penting yang perlu diperhatikan.

Kemampuan emas bertahan di atas level tersebut menunjukkan buyer masih mempertahankan kendali. Jika momentum positif berlanjut setelah Jackson Hole, harga emas berpeluang menguji area US$4.650 hingga US$4.700 per troy ons.

Sebaliknya, apabila pernyataan Warsh memicu lonjakan dolar dan yield Treasury, emas berpotensi kembali menghadapi aksi profit taking. Penurunan di bawah US$4.600 dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai meningkat.

Meski demikian, selama harga tetap bertahan di atas moving average 200 hari, struktur tren jangka menengah masih cenderung bullish.

Investor Perlu Mencermati Risiko Setelah Jackson Hole

Pergerakan emas saat ini berada dalam fase bullish-konsolidatif. Momentum kenaikan masih kuat, tetapi pasar membutuhkan katalis baru untuk menentukan apakah reli berikutnya dapat berlanjut.

Pidato Warsh menjadi katalis utama karena arah komentar The Fed berpotensi langsung memengaruhi dolar, yield Treasury, dan ekspektasi suku bunga.

Bagi investor emas, area US$4.600 menjadi batas penting dalam jangka pendek. Selama level tersebut mampu dipertahankan, peluang emas untuk kembali menguji US$4.650–US$4.700 tetap terbuka.

Namun, investor juga perlu mewaspadai volatilitas karena respons pasar terhadap pernyataan Warsh dapat berlangsung cepat.

Kesimpulannya, harga emas masih menunjukkan ketahanan meski menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan yield AS. Dengan kenaikan sekitar 14% sepanjang Agustus, arus masuk ETF yang kuat, serta posisi harga di atas moving average 200 hari, tren emas masih memiliki fondasi bullish. Kini, arah berikutnya sangat bergantung pada pesan Kevin Warsh di Jackson Hole. Jika nada The Fed lebih dovish, emas berpeluang melanjutkan reli; tetapi jika Warsh hawkish, aksi profit taking dapat kembali menekan bullion.

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *