Blog

Gold Sulit Bangkit, Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Bunga

10:57 11 September in Gold, Market Review
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 1 Second

Harga emas kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Logam mulia kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Kombinasi kenaikan harga minyak, tekanan inflasi Amerika Serikat (AS), serta lonjakan imbal hasil Treasury membuat investor semakin yakin bahwa Federal Reserve atau The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Spot gold tercatat turun sekitar 0,1% menjadi US$4.312,20 per troy ounce pada perdagangan pagi Asia. Posisi tersebut terjadi setelah emas anjlok sekitar 1,8% pada sesi sebelumnya dan menyentuh level terendah sejak awal Agustus.

Secara mingguan, harga emas telah melemah sekitar 2,7%. Jika tekanan berlanjut hingga akhir perdagangan, emas berpotensi mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Minyak Mendekati US$108 Jadi Ancaman Baru

Salah satu faktor utama yang membebani emas adalah lonjakan harga minyak mentah. Brent bergerak mendekati US$108 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pasar karena kenaikan harga energi dapat kembali mendorong inflasi. Situasi ini berpotensi membuat bank sentral AS lebih sulit melonggarkan kebijakan moneter.

Ketegangan antara AS dan Iran juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Serangan terhadap tanker Iran, aksi balasan terhadap pangkalan di Yordania, serta meningkatnya aktivitas kelompok Houthi di Yaman memperbesar risiko gangguan terhadap pasokan energi.

Jika gangguan tersebut terus terjadi, harga minyak berpotensi bertahan tinggi. Bagi pasar emas, kondisi itu menjadi pedang bermata dua. Konflik geopolitik biasanya meningkatkan permintaan aset safe haven, tetapi dampak inflasi dari harga minyak dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga ketat.

PPI AS Menguat, Tekanan Inflasi Meningkat

Tekanan terhadap harga emas semakin kuat setelah data Producer Price Index (PPI) AS menunjukkan kenaikan lebih besar.

PPI AS meningkat 0,4% secara bulanan pada Agustus. Angka tersebut menjadi kenaikan terbesar sejak Mei dan memperlihatkan bahwa tekanan harga di tingkat produsen kembali menguat.

Harga energi menjadi salah satu faktor penting di balik peningkatan tersebut. Kondisi ini membuat investor semakin memperhatikan data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI).

CPI menjadi indikator penting karena dapat memengaruhi keputusan The Fed mengenai arah suku bunga. Apabila inflasi konsumen menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat semakin kuat.

Pasar swap saat ini memperkirakan peluang sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September.

Yield Treasury Kembali Menekan Gold

Selain inflasi, kenaikan yield Treasury juga menjadi beban bagi emas. Yield obligasi AS melonjak setelah operasi buyback Departemen Keuangan AS menghasilkan pembelian yang lebih rendah dari harapan pasar.

Hasil tersebut memunculkan keraguan mengenai kemampuan program buyback untuk menahan kenaikan yield jangka panjang.

Kenaikan yield biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena bullion tidak memberikan bunga. Ketika imbal hasil obligasi meningkat, investor memiliki alternatif aset yang menawarkan return lebih menarik.

Situasi ini membuat pemulihan harga emas semakin sulit. Bahkan ketika risiko geopolitik meningkat, tingginya yield dan ekspektasi suku bunga dapat membatasi aliran dana menuju logam mulia.

CPI AS Jadi Penentu Arah Emas

Kini perhatian investor tertuju pada rilis CPI AS. Data tersebut dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan emas menjelang keputusan The Fed pekan depan.

Jika CPI menunjukkan inflasi yang lebih panas dari perkiraan, pasar berpeluang meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga. Dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat, sehingga emas dapat menghadapi tekanan tambahan.

Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak, khususnya pada komponen inti, dapat memberikan ruang bagi emas untuk melakukan rebound setelah mengalami penurunan tajam.

Kondisi tersebut membuat level US$4.300 menjadi area penting untuk diperhatikan. Jika tekanan jual berlanjut dan emas menembus level tersebut secara meyakinkan, risiko pelemahan lebih dalam dapat meningkat.

Sebaliknya, kemampuan harga bertahan di atas area tersebut dapat membuka peluang pemulihan teknikal menuju level resistance berikutnya.

Silver dan Logam Mulia Lain Ikut Tertekan

Tekanan tidak hanya terjadi pada emas. Silver juga melemah sekitar 0,3% menjadi US$63,40 per troy ounce setelah anjlok 5,5% pada Kamis.

Penurunan tersebut menjadi yang terbesar dalam satu hari sejak Juni. Platinum dan palladium juga bergerak melemah, menunjukkan tekanan yang lebih luas di pasar logam mulia.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa investor sedang mengurangi eksposur terhadap aset yang sensitif terhadap perubahan suku bunga dan yield.

Apa yang Harus Diperhatikan Investor?

Harga emas memasuki akhir pekan dengan fundamental yang masih berat. Minyak mendekati US$108 per barel, PPI AS meningkat, yield Treasury melonjak, dan peluang kenaikan suku bunga The Fed berada di sekitar 70%.

Seluruh faktor tersebut membuat ruang bagi emas untuk segera pulih menjadi terbatas.

Namun, bukan berarti peluang rebound sepenuhnya tertutup. Data CPI AS dapat mengubah ekspektasi pasar dengan cepat. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan yield dan dolar AS, sekaligus memberikan dorongan bagi emas.

Sebaliknya, CPI yang panas dapat memperpanjang tren bearish dan meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut.

Dengan demikian, investor perlu mencermati respons emas setelah data CPI dirilis. Pergerakan dolar AS, yield Treasury, serta perubahan probabilitas suku bunga The Fed akan menjadi indikator penting untuk menentukan arah berikutnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *