Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

Harga Emas Tertahan di Level Tertinggi Sebulan: Pasar Waspadai Batas Waktu Tarif Trump

02:19 22 July in Gold, Market Review
0 Comments
0

Attention – Ketegangan Tarif AS Picu Lonjakan Harga Emas

Harga emas bertahan mendekati level tertingginya dalam satu bulan terakhir, menandakan kembalinya ketakutan investor terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pada perdagangan Selasa pagi di Singapura, logam mulia ini berada di sekitar \$3.395 per ounce, setelah mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,4% di sesi sebelumnya.

Kecemasan pasar kembali meningkat menjelang tenggat waktu 1 Agustus yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump untuk penerapan kebijakan tarif baru terhadap mitra dagang utama. Ketidakpastian inilah yang mendorong banyak investor untuk mengalihkan dananya ke aset safe haven seperti emas, yang dinilai lebih stabil di tengah ketidakpastian global.

Interest – Sentimen Risk-Off Menguat, Dolar Melemah

Pernyataan terbaru dari Gedung Putih turut memperkeruh suasana pasar. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyampaikan bahwa Presiden Trump kemungkinan besar akan mengeluarkan lebih banyak surat tarif secara sepihak sebelum batas waktu 1 Agustus. Langkah ini memperkuat sentimen risk-off, di mana investor mulai menjauhi aset berisiko dan beralih ke instrumen perlindungan nilai seperti emas.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS menjadi faktor pendukung tambahan bagi logam mulia. Greenback mencatat kinerja terburuknya dalam hampir sebulan terakhir, sehingga membuat harga emas lebih murah bagi pembeli di luar Amerika Serikat. Indeks Dolar Bloomberg memang tidak banyak berubah pada Selasa pagi, namun penurunan 0,5% di sesi sebelumnya cukup untuk memompa permintaan global terhadap emas.

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor tidak hanya memantau perkembangan tarif, tetapi juga memperhatikan kombinasi berbagai faktor makroekonomi yang berpotensi memengaruhi kestabilan pasar global.

Desire – Prospek Suku Bunga dan Geopolitik Dorong Daya Tarik Emas

Tak hanya masalah tarif, pelaku pasar kini juga menanti arah kebijakan moneter Federal Reserve. Bank sentral AS itu dijadwalkan mengadakan pertemuan penting pekan depan. Meskipun peluang penurunan suku bunga pada pertemuan kali ini hampir nol menurut pasar swap, namun ekspektasi penurunan sebesar 46 basis poin hingga akhir tahun tetap bertahan.

Dalam situasi suku bunga yang rendah, emas menjadi semakin menarik. Pasalnya, logam mulia ini tidak menawarkan imbal hasil seperti obligasi atau deposito, sehingga dalam iklim suku bunga rendah, kekurangan itu menjadi tidak signifikan. Alhasil, investor cenderung lebih memilih emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian kebijakan ekonomi.

Kinerja emas sepanjang tahun ini pun berbicara banyak. Sejauh ini, harga emas telah melonjak lebih dari 25%, didorong oleh kombinasi antara konflik geopolitik — seperti perang di Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah — serta ketidakpastian terkait arah perdagangan AS.

Sementara itu, di pasar logam mulia lainnya, pergerakan cenderung stabil. Harga perak dan platinum tidak banyak berubah, namun palladium menunjukkan kenaikan seiring permintaan industri yang tetap kuat.

Dengan semua faktor ini, permintaan terhadap emas tidak hanya datang dari investor ritel, tetapi juga dari bank sentral berbagai negara yang terus menambah cadangan emas mereka sebagai strategi diversifikasi dan perlindungan terhadap volatilitas pasar.

Action – Waktunya Memperhatikan Emas sebagai Aset Strategis

Bagi investor, baik individu maupun institusi, situasi ini menjadi panggilan untuk kembali memperhatikan emas sebagai aset strategis. Dalam kondisi dunia yang dibayangi ketidakpastian — mulai dari risiko geopolitik, kebijakan perdagangan unilateral, pelemahan mata uang, hingga arah suku bunga yang belum pasti — logam mulia seperti emas menjadi alat yang efektif untuk menstabilkan portofolio.

Menjelang tanggal 1 Agustus, arah pasar diperkirakan akan tetap volatile. Jika Presiden Trump benar-benar memberlakukan tambahan tarif secara sepihak, maka tekanan terhadap aset berisiko akan meningkat, dan harga emas berpeluang menembus resistensi berikutnya di atas \$3.400 per ounce.

Selain itu, pertemuan Federal Reserve pekan depan juga akan menjadi katalis penting. Jika The Fed memberikan sinyal dovish atau bahkan membuka kemungkinan pelonggaran lebih lanjut, emas bisa terus mencatat reli lebih panjang.

Untuk saat ini, konsensus di pasar adalah: lebih baik memiliki emas daripada menunggu ketidakpastian berikutnya. Bagi mereka yang belum memiliki eksposur terhadap logam mulia ini, kondisi saat ini memberikan peluang yang layak dipertimbangkan, apalagi jika tren pelemahan dolar AS terus berlanjut.


Sumber: Newsmaker.id Try we Demo Trading click this link

No Comments

Post a Comment