Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

Tarif Trump & Ketidakpastian Global Dorong Emas Naik 3 Hari Beruntun

01:07 23 July in Gold, Market Review
0 Comments
0

Attention (Perhatian) Harga emas terus menunjukkan kekuatannya di tengah pusaran ketidakpastian global. Selama tiga hari berturut-turut, logam mulia ini berhasil mempertahankan tren kenaikannya, diperdagangkan stabil di kisaran \$3.430 per ons. Pendorong utamanya kali ini datang langsung dari Gedung Putih: Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru yang mengejutkan pasar, menargetkan produk asal Jepang dan Filipina. Langkah ini bukan hanya mencerminkan kemajuan dalam negosiasi dagang, tetapi juga memicu kekhawatiran baru di kalangan investor global.

Tarif sebesar 15% untuk Jepang dan 19% untuk Filipina diumumkan menjelang tenggat waktu tarif 1 Agustus, menandakan strategi agresif Washington untuk menekan mitra dagangnya dalam rangka mencapai kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi AS. Kabar ini segera mengguncang pasar keuangan dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Interest (Ketertarikan) Namun, bukan hanya tarif baru yang mendukung reli emas. Pelemahan dolar AS serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat daya tarik emas di mata investor global. Dalam kondisi seperti ini, emas—yang tidak memberikan bunga dan umumnya dihargai dalam dolar—menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai kekayaan.

Di sisi lain, dinamika politik dan ekonomi AS juga memberikan warna tersendiri. Menteri Keuangan Scott Bessent menyuarakan dukungan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang sebelumnya menjadi sasaran kritik Presiden Trump karena mempertahankan suku bunga tetap tinggi. Dukungan ini menandakan stabilitas kebijakan moneter ke depan, tetapi tetap membuka ruang bagi ketidakpastian—sebuah elemen yang selalu memperkuat permintaan terhadap emas.

Konflik geopolitik yang masih membara di Ukraina dan Timur Tengah, ditambah ketegangan dalam perundingan dagang global, membuat emas terus dipandang sebagai lindung nilai utama. Tidak heran, logam mulia ini telah naik sekitar sepertiga sepanjang tahun ini, menegaskan perannya sebagai salah satu aset paling andal di tengah badai ekonomi dan politik.

Desire (Hasrat) Meski begitu, pelaku pasar menyadari bahwa pergerakan harga emas tidak sepenuhnya lepas dari tekanan. Meskipun sudah naik signifikan, harga emas saat ini masih berada sekitar \$70 di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada April lalu di atas \$3.500 per ons. Artinya, masih ada potensi kenaikan lebih lanjut, terutama jika ketidakpastian global terus membayangi.

Rencana pertemuan dagang dengan Tiongkok di Stockholm minggu depan menjadi salah satu titik krusial yang akan diawasi ketat. Apakah perundingan ini akan membawa angin segar atau justru memperkeruh suasana, pasar emas kemungkinan besar akan bereaksi cepat.

Selain itu, kalender ekonomi AS juga padat dalam beberapa hari mendatang. Investor akan mencermati berbagai data seperti PDB kuartal IIdata klaim pengangguran mingguan, serta data inflasi PCE yang menjadi acuan utama The Fed. Ditambah lagi, menjelang pertemuan kebijakan moneter minggu depan, pernyataan dari pejabat Federal Reserve akan semakin menentukan arah suku bunga dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan keuangan ke depan.

Dalam lanskap seperti ini, tidak heran jika logam mulia terus menjadi primadona. Perak tercatat masih stabil, sementara platinum dan paladium menunjukkan sedikit pelemahan—menandakan bahwa fokus investor memang tengah terkonsentrasi pada emas.

Action (Tindakan) Bagi investor, ini adalah momen penting untuk mempertimbangkan kembali strategi portofolio mereka. Dengan prospek ketidakpastian yang belum mereda, baik dari sisi geopolitik, kebijakan tarif, maupun kebijakan moneter global, emas tetap menjadi salah satu aset defensif paling terpercaya.

Apabila Anda adalah pelaku pasar yang tengah mencari aset untuk diversifikasi risiko, logam mulia seperti emas kini kembali relevan. Meskipun fluktuatif, emas terbukti mampu menjaga nilainya dalam jangka panjang, apalagi di tengah tekanan yang terus meningkat dari berbagai penjuru dunia.

Ke depan, semua mata akan tertuju pada pertemuan Stockholm dan rilis data ekonomi AS. Jika hasilnya memperburuk sentimen risiko, bukan tidak mungkin emas akan kembali menguji level psikologis \$3.500 per ons—dan bahkan melampauinya.

Saat ketidakpastian menjadi norma baru, tak ada salahnya untuk mulai melirik kembali emas sebagai pelindung nilai. Momentum sedang berpihak pada logam mulia ini. Pertanyaannya, sudahkah Anda siap mengambil langkah?


Sumber: Newsmaker.id TRY WE DEMO TRADING CLICK THIS LINK

No Comments

Post a Comment