Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Harga Emas Melemah Akibat Aksi Ambil Untung, Namun Prospek Bullish Tetap Terjaga

00:54 19 September in Gold, Market Review
0 Comments
0

A – Attention Pasar emas global kembali menjadi sorotan pada Kamis (18/9) ketika harga emas melemah setelah mencetak rekor baru sehari sebelumnya. Aksi ambil untung (profit taking) para investor menjadi pemicu utama pelemahan tersebut, seiring pasar menilai kembali sikap Federal Reserve (The Fed) terkait arah pemangkasan suku bunga lanjutan. Data perdagangan menunjukkan harga spot emas turun 0,4% ke level \$3.643,40 per ons pada pukul 13:51 EDT (17:51 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember ditutup melemah 1,1% di \$3.678,30.

Pergerakan harga yang semula stabil tiba-tiba berbalik arah setelah sesi perdagangan sebelumnya berlangsung sangat volatil. Emas spot sempat menembus rekor tertinggi baru di \$3.707,40 per ons, sebelum terkoreksi. Di sisi lain, penguatan indeks Dolar AS sebesar 0,5% menambah tekanan, karena komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Bagi investor global, kondisi ini memunculkan dilema: apakah koreksi ini hanya jeda teknikal atau sinyal awal perubahan tren?

I – Interest Koreksi harga emas kali ini terjadi setelah The Fed mengambil langkah penting dengan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak Desember. Keputusan itu semula dipandang sebagai sinyal pelonggaran kebijakan moneter yang mendukung emas. Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell menimbulkan interpretasi beragam. Powell menegaskan pemangkasan tersebut merupakan langkah “manajemen risiko” untuk mengantisipasi pelemahan pasar tenaga kerja, bukan pertanda dimulainya siklus pelonggaran agresif.

Powell juga menyoroti inflasi yang masih “lengket”, artinya tekanan harga belum turun sesuai ekspektasi. Hal ini memunculkan ketidakpastian baru: seberapa jauh dan seberapa cepat The Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga. Ketidakpastian inilah yang memicu sebagian pelaku pasar untuk mengamankan keuntungan, mengingat emas sudah naik hampir 39% sejak awal tahun—kenaikan yang sangat signifikan dalam waktu singkat.

Peter Grant, Wakil Presiden dan analis logam senior di Zaner Metals, menilai aksi ambil untung wajar terjadi setelah lonjakan besar. “Ada sedikit kebingungan terkait komentar Powell bahwa pemangkasan adalah upaya manajemen risiko, dan ketidakpastian itu mendorong aksi ambil untung. Namun, tren bullish jangka panjang emas tetap terjaga. Koreksi dari rekor kemarin lebih bersifat teknikal. Setiap kali emas mencetak rekor baru, itu menambah kredibilitas target \$4.000,” ujarnya.

D – Desire Bagi investor, koreksi emas kali ini justru bisa menjadi peluang emas—secara harfiah dan kiasan. Emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang cemerlang dalam periode suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi. Selama inflasi global belum terkendali dan bank sentral utama dunia masih cenderung longgar, daya tarik emas sulit tertandingi.

Analis dari SP Angel menyoroti faktor lain yang memperkuat tren jangka panjang: diversifikasi cadangan dolar oleh bank sentral negara-negara BRIC, terutama Tiongkok. Data terbaru menunjukkan ekspor emas Swiss ke Tiongkok pada Agustus melonjak 254% dibanding Juli, mencerminkan permintaan yang sangat kuat. Ketika bank sentral terus menambah cadangan emas, harga logam mulia ini mendapat dukungan fundamental yang solid.

Dengan latar belakang seperti ini, banyak pelaku pasar percaya bahwa pelemahan jangka pendek hanya memberikan titik masuk yang lebih menarik. Investor jangka panjang dapat memanfaatkan momen ini untuk mengakumulasi kepemilikan emas sebelum harga berpotensi kembali menguji rekor, bahkan melampaui target psikologis \$4.000 per ons yang kini kian kredibel.

Selain emas, logam mulia lain juga menunjukkan pergerakan positif yang menandakan minat terhadap sektor ini tetap tinggi. Harga spot perak naik 0,3% ke \$41,78 per onsplatinum menguat 1,6% ke \$1.384,95, dan paladium bertambah 0,5% ke \$1.160,25. Data ini menggarisbawahi bahwa meskipun emas terkoreksi, sentimen bullish di pasar logam mulia secara keseluruhan masih terjaga.

A – Action Bagi investor individu maupun institusi, fase koreksi ini sebaiknya dipandang sebagai kesempatan, bukan ancaman. Strategi yang bisa dipertimbangkan meliputi:

  1. Membeli secara bertahap (buy on dip) – Memanfaatkan harga yang terkoreksi untuk menambah posisi secara bertahap, mengurangi risiko masuk di harga puncak.
  2. Diversifikasi portofolio – Menambah porsi logam mulia lain seperti perak atau platinum untuk mengimbangi fluktuasi emas.
  3. Memantau kebijakan The Fed – Rapat dan pernyataan pejabat bank sentral AS akan tetap menjadi katalis utama pergerakan harga emas dalam jangka menengah.

Meskipun The Fed memberi sinyal kehati-hatian terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut, kondisi ekonomi global—dari inflasi yang belum reda hingga perlambatan pertumbuhan—tetap mendukung permintaan emas sebagai aset pelindung nilai. Koreksi saat ini bukanlah akhir dari tren, melainkan jeda sehat setelah reli panjang.

Dengan proyeksi fundamental yang tetap kuat, investor yang mampu melihat peluang di balik gejolak pasar memiliki alasan besar untuk tetap optimistis. Harga emas yang sempat melemah pada Kamis (18/9) bukan pertanda suram, melainkan panggilan untuk bertindak bijak—mengamankan nilai kekayaan sebelum reli berikutnya dimulai.

Sumber Newsmaker.id, Coba Demo Trading Gratis di Link ini

No Comments

Post a Comment