Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Harga Emas Naik 2% di Tengah Melemahnya Imbal Hasil Treasury AS dan Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

01:21 13 November in Gold, Market Review
0 Comments
0

Attention – Kenaikan Tajam Emas Menyita Perhatian Pasar

Harga emas melonjak tajam sebesar 2% pada Rabu (12/11), menandai reli kuat di tengah melemahnya imbal hasil Treasury AS dan meningkatnya optimisme terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang. Lonjakan ini terjadi ketika investor menantikan pemungutan suara penting di DPR AS yang dapat membuka kembali pemerintahan setelah penutupan selama lebih dari sebulan.

Pada perdagangan sore waktu New York, emas spot naik ke $4.208,98 per ons, level tertinggi sejak 21 Oktober. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga menguat 2,4% menjadi $4.213,60 per ons. Kenaikan ini terjadi seiring imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 1%, menyentuh level terendah sejak awal November.

Di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi AS, emas kembali menegaskan perannya sebagai aset aman (safe haven) yang dicari investor saat risiko meningkat. Sentimen pasar bergeser cepat dari kekhawatiran penutupan pemerintah menjadi antisipasi terhadap data ekonomi yang tertunda, yang diharapkan memperkuat narasi pelemahan ekonomi dan membuka jalan bagi kebijakan moneter yang lebih longgar.


Interest – Kombinasi Politik dan Ekonomi Mendorong Emas

Menurut Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, pembukaan kembali pemerintahan AS akan memulihkan publikasi data ekonomi yang sempat tertunda, dan kemungkinan besar data tersebut akan menampilkan tanda-tanda perlambatan aktivitas ekonomi. “Pasar kini mengantisipasi data yang lemah, dan para trader mulai menambah posisi long pada emas serta menutup posisi short,” jelasnya.

Faktor politik memainkan peran penting dalam lonjakan ini. DPR AS yang dikuasai Partai Republik dijadwalkan untuk memberikan suara pada kesepakatan guna mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah AS, yang telah berlangsung selama 42 hari. Penutupan ini tidak hanya memperlambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menghentikan publikasi data ekonomi resmi, memaksa analis dan pembuat kebijakan untuk mengandalkan laporan sektor swasta.

Sementara ketidakpastian politik memberikan pijakan bagi emas, faktor fundamental ekonomi memperkuat tren naiknya. Data tenaga kerja ADP yang dirilis pada Selasa menunjukkan perusahaan swasta AS mem-PHK rata-rata 11.250 pekerja per minggu selama empat pekan terakhir hingga 25 Oktober. Data ini menjadi indikasi jelas bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melemah, sebuah sinyal yang biasanya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas.


Desire – Investor Berburu Aset Aman dan Logam Lain Mengikuti

Kondisi ekonomi dan politik yang rapuh memicu lonjakan minat investor terhadap logam mulia lainnyaHarga perak spot naik 4,6% menjadi $53,58 per ons, tertinggi sejak 17 Oktober. Menurut Bob Haberkorn, analis pasar di RJO Futures, kekhawatiran mengenai pasokan perak yang sangat rendah menjadi pemicu utama reli tersebut. “Kenaikan harga emas hari ini sebagian besar merupakan limpahan dari lonjakan perak yang terjadi pagi tadi,” ungkapnya.

Kinerja positif juga terlihat pada platinum dan paladium, yang masing-masing naik 2% ke $1.616,80 dan 2,5% ke $1.480,58. Kenaikan serentak di berbagai logam mulia menegaskan bahwa sentimen bullish kini menyelimuti pasar komoditas logam secara luas.

Selain itu, tekanan pada imbal hasil obligasi turut memperkuat daya tarik emas. Dengan turunnya yield Treasury 10 tahun, biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah, membuat logam ini semakin menarik bagi investor besar dan dana lindung nilai.

Pasar kini menilai peluang 65% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember, menurut alat FedWatch dari CME Group. Ekspektasi tersebut mencerminkan pandangan luas bahwa kebijakan moneter AS sedang beralih dari fase pengetatan menuju pelonggaran bertahap, yang secara historis selalu mendukung harga emas.


Action – Momentum Bullish Emas Mungkin Belum Berakhir

Dengan berbagai faktor pendukung yang kuat—dari penurunan imbal hasilketidakpastian politik, hingga indikasi pelemahan ekonomi—pasar emas tampak siap melanjutkan reli dalam jangka pendek. Para analis memperkirakan, jika data ekonomi AS yang tertunda benar-benar menunjukkan perlambatan tajam, maka harga emas bisa menembus di atas $4.250 per ons dalam beberapa pekan ke depan.

Investor jangka menengah pun mulai melirik kembali emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko makroekonomi dan inflasi. Sementara pelaku pasar ritel di Asia, khususnya di Tiongkok dan India, diperkirakan akan memanfaatkan momentum koreksi harga untuk kembali membeli menjelang musim perayaan akhir tahun.

Namun, pasar tetap waspada terhadap perkembangan politik AS. Jika pemungutan suara DPR gagal membuka kembali pemerintahan, atau jika data ekonomi ternyata lebih kuat dari ekspektasi, tekanan koreksi jangka pendek bisa muncul kembali. Meskipun demikian, tren besar masih berpihak pada emas, terutama jika The Fed mulai menurunkan suku bunga pada Desember.

Kombinasi dari pelemahan dolar ASturunnya imbal hasil obligasi, serta naiknya kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global, menjadikan emas tetap sebagai pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan dan stabilitas nilai. Dengan performa impresif yang terus berlanjut, emas bukan hanya simbol nilai abadi, tetapi juga cerminan nyata dari dinamika ekonomi global yang sedang berubah cepat.


Kesimpulan: Kenaikan 2% harga emas pada Rabu menegaskan bahwa pasar global kembali mencari perlindungan di tengah ketidakpastian politik dan prospek pelonggaran kebijakan moneter. Dengan peluang pemangkasan suku bunga The Fed yang semakin besar, serta turunnya imbal hasil Treasury AS, emas berpotensi melanjutkan penguatannya menuju level tertinggi baru. Bagi investor, momen ini bisa menjadi awal dari fase bullish berikutnya dalam siklus logam mulia.

Sumber Newsmaker.id Coba demo trading Gratis di Website berikut ini

No Comments

Post a Comment