Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

Emas dan Perak Menguat Menjelang Keputusan The Fed: Optimisme Pasar Memuncak

03:14 10 December in Gold, Market Review
0 Comments
0

A — Attention

Pasar logam mulia kembali bergolak dengan nada positif pada perdagangan Selasa (9/12), ketika harga emas dan perak mencatat kenaikan signifikan di tengah menunggu keputusan penting mengenai suku bunga dari Federal Reserve AS. Emas spot menanjak 0,6% hingga mencapai $4.211,77 per ons, sementara kontrak berjangka untuk Februari ditutup di level $4.236,2 per ons. Namun sorotan utama justru datang dari lonjakan harga perak yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $60,74 per ons—sebuah lompatan 4,3% yang mencerminkan besarnya tekanan permintaan dan menyempitnya pasokan global.

Pergerakan ini langsung menyita perhatian pelaku pasar di seluruh dunia. Lonjakan tajam harga perak bukan sekadar euforia sesaat, tetapi berdiri di atas fondasi kombinasi faktor fundamental yang semakin kuat. Di sisi lain, emas kembali menunjukkan ketangguhannya, tetap menjadi aset lindung nilai pilihan di tengah ketidakpastian ekonomi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

I — Interest

Mengapa pergerakan ini begitu penting dan menarik perhatian para pedagang? Jawabannya terletak pada konteks ekonomi global yang sedang bergerak menuju babak baru.

Saat ini, para pelaku pasar memperkirakan peluang hingga 87,4% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam keputusan yang akan diumumkan pada hari Rabu. Ekspektasi ini mendorong sentimen positif pada aset logam mulia yang cenderung menguat ketika imbal hasil obligasi melemah dan kebijakan moneter menjadi lebih longgar.

Selain itu, laporan JOLTS dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan naik menjadi 7,67 juta pada Oktober, lebih tinggi dari perkiraan 7,15 juta. Angka ini menandakan pasar tenaga kerja yang masih kuat, namun menariknya, emas tidak terpukul oleh data tersebut. Menurut Bob Haberkorn dari RJO Futures, pasar kini lebih fokus pada ekspektasi penurunan suku bunga dibandingkan data ekonomi jangka pendek.

Di saat yang sama, pasar perak menikmati momentum yang jauh lebih kuat. Lonjakan harga hingga menembus rekor baru bukan tanpa alasan. Menurut analis pasar Fawad Razaqzada, para pelaku industri memperkirakan permintaan perak akan meningkat drastis dalam beberapa tahun mendatang. Kombinasi antara penggunaannya dalam panel surya, kendaraan listrik, infrastruktur energi baru, pusat data, hingga industri kecerdasan buatan menjadikan perak sebagai komoditas strategis hingga tahun 2030.

Silver Institute bahkan memproyeksikan defisit pasokan yang akan terus melebar, diperparah dengan persediaan global yang semakin menipis. Perak juga baru saja dimasukkan ke dalam daftar mineral penting AS, menambah faktor fundamental yang memperkuat permintaan jangka panjang.

D — Desire

Dengan semua dinamika tersebut, baik emas maupun perak sedang berada pada jalur yang menjanjikan. Minat investor terhadap logam mulia semakin meningkat karena prospek kebijakan moneter yang lebih akomodatif, ketidakpastian ekonomi global, serta permintaan jangka panjang yang solid—khususnya untuk perak.

Maria Smirnova dari Sprott Asset Management menyatakan bahwa selama defisit pasokan tidak diperbaiki, “perak hanya punya satu arah, yaitu naik.” Ini menjadi pernyataan tegas bahwa ada peluang besar bagi investor untuk mendapatkan keuntungan, terutama dalam jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, emas juga diproyeksikan untuk menguat lebih jauh. Beberapa analis memperkirakan bahwa harga emas dapat mencapai $5.000 per ons pada paruh kedua 2026 jika tren kebijakan moneter dovish dan permintaan investasi terus meningkat. Pergerakan hari ini yang didorong oleh sinergi sentimen positif dari perak semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Kenaikan pada logam mulia lain seperti platinum (naik 2,8% ke $1.688,39 per ons) dan paladium (naik 2,6% ke $1.503,74 per ons) juga menunjukkan bahwa keseluruhan sektor komoditas sedang merasakan dorongan kuat dari ekspektasi kebijakan The Fed dan meningkatnya minat pasar terhadap aset berwujud.

A — Action

Dengan latar belakang fundamental yang solid, prospek jangka panjang yang positif, serta katalis pasar yang mendukung, saat ini menjadi momen penting bagi investor untuk mulai mengevaluasi strategi mereka terhadap logam mulia.

  • Bagi investor jangka panjang, perak menawarkan potensi pertumbuhan terbesar berkat dorongan industri yang kuat dan defisit pasokan yang persisten.
  • Untuk investor yang mencari stabilitas, emas tetap menjadi pilihan utama, terutama menjelang kebijakan moneter yang kemungkinan lebih longgar.
  • Bagi pelaku pasar komoditas aktif, volatilitas harga yang meningkat membuka peluang trading jangka pendek yang menarik.

Keputusan The Fed pada Rabu akan menjadi titik kunci yang dapat menentukan arah pergerakan logam mulia dalam beberapa bulan ke depan. Dengan momentum yang sedang terbentuk, para investor kini memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kondisi pasar yang sangat dinamis ini.

Sumber, newsmaker.id, Coba demo Trading gratis di Website berikut ini

No Comments

Post a Comment