Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Emas Bertahan di Tengah Guncangan: Buy the Dip Jadi Penyelamat Reli?

02:13 04 February in Gold, Market Review
0 Comments
0

Attention Pasar emas kembali menunjukkan daya tahannya. Setelah sempat jatuh tajam dari rekor tertinggi dan memicu kekhawatiran bahwa reli besar telah berakhir, logam mulia ini justru mampu bangkit dan mempertahankan penguatan. Investor yang melihat koreksi sebagai peluang langsung masuk ke pasar dengan strategi buy the dip, membantu meredakan tekanan jual yang sebelumnya mendominasi.

Pada perdagangan awal, emas batangan bergerak di sekitar $4.950 per ons setelah sempat melonjak lebih dari 6% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini tidak hanya mencerminkan kembalinya kepercayaan pasar, tetapi juga menandakan bahwa permintaan terhadap aset safe haven belum sepenuhnya pudar. Sementara itu, perak ikut menunjukkan pergerakan yang lebih tenang, memberi sinyal bahwa gejolak ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu mulai mereda.

Namun perjalanan emas belum sepenuhnya mulus. Harga saat ini masih sekitar 12% di bawah rekor tertinggi yang tercatat pada 29 Januari. Meski demikian, secara tahunan emas tetap mencatat kenaikan hampir 15%—sebuah performa yang sulit diabaikan dan menunjukkan bahwa tren bullish jangka panjang belum benar-benar runtuh.

Interest Kembalinya stabilitas emas tidak lepas dari kombinasi faktor makro. Salah satu pendorong utama adalah pelemahan dolar AS, yang biasanya membuat emas lebih menarik bagi investor global karena harganya menjadi relatif lebih murah dalam mata uang lain. Di saat yang sama, suasana pasar yang kembali risk-on turut membantu memperbaiki sentimen.

Menurut Daniel Ghali dari TD Securities, gelombang forced selling—penjualan paksa yang sering terjadi saat investor harus menutup posisi akibat tekanan likuiditas—kemungkinan sudah mendekati fase akhir. Jika benar, maka salah satu sumber tekanan terbesar terhadap harga emas bisa segera menghilang.

Meski begitu, volatilitas ekstrem yang terjadi dalam sepekan terakhir meninggalkan jejak psikologis di kalangan investor, khususnya ritel. Banyak dari mereka kini memilih menepi sementara waktu, menunggu pasar benar-benar stabil sebelum kembali masuk. Absennya investor ritel ini penting, karena mereka sering menjadi salah satu motor permintaan ketika reli sedang panas.

Situasi ini menciptakan dinamika unik: di satu sisi tekanan jual berkurang, tetapi di sisi lain, sumber pembelian baru belum sepenuhnya pulih. Pasar pun bergerak dalam fase “menarik napas”—tidak jatuh, namun juga belum siap berlari kencang.

Desire Untuk memahami arah emas berikutnya, penting melihat apa yang memicu reli sebelumnya. Lonjakan logam mulia bulan lalu didorong oleh tiga kekuatan besar: spekulasi pasar, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Kombinasi ini menciptakan badai sempurna yang mendorong investor mencari perlindungan.

Namun reli tersebut berhenti mendadak pada akhir pekan lalu. Perak mencatat penurunan harian terbesar, sementara emas mengalami koreksi terdalam sejak 2013. Banyak analis sebelumnya memang telah memperingatkan bahwa kenaikan harga berlangsung terlalu cepat dan terlalu tinggi—kondisi yang sering berujung pada koreksi tajam.

Koreksi itu kini terlihat lebih seperti “reset” daripada akhir tren. Ketika harga turun drastis tetapi pembeli segera masuk, pasar biasanya sedang membangun fondasi baru. Ini berbeda dengan kondisi ketika harga jatuh tanpa ada minat beli, yang sering menjadi tanda pembalikan arah.

Pandangan jangka panjang dari institusi besar juga membantu menjaga optimisme. Bank of America memperkirakan volatilitas logam mulia masih akan tetap tinggi dalam waktu dekat—artinya, investor harus siap menghadapi pergerakan tajam. Namun sejumlah bank tetap percaya bahwa emas memiliki ruang untuk pulih.

Deutsche Bank bahkan mempertahankan proyeksi ambisius: emas berpotensi menuju $6.000 per ons. Target ini mungkin terdengar agresif, tetapi mencerminkan keyakinan bahwa faktor fundamental seperti ketidakpastian global, kebijakan moneter, dan diversifikasi cadangan masih akan mendukung harga.

Pada pembaruan terakhir, emas tercatat nyaris datar di $4.944,66 per ons pada pukul 07:49 waktu Singapura. Perak turun sekitar 0,8% ke $84,48, sementara Bloomberg Dollar Spot Index bergerak relatif datar—kombinasi yang menggambarkan pasar sedang mencari arah baru.

Action Bagi investor, kondisi seperti ini menuntut keseimbangan antara keberanian dan kehati-hatian. Stabilnya emas setelah koreksi tajam menunjukkan bahwa logam mulia ini masih memiliki daya tarik sebagai pelindung nilai. Namun volatilitas yang tinggi berarti strategi masuk pasar harus dipikirkan dengan matang.

Pendekatan bertahap atau averaging bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi risiko timing. Sementara itu, investor jangka panjang mungkin melihat fase ini sebagai kesempatan membangun posisi sebelum potensi kenaikan berikutnya.

Yang jelas, cerita emas belum selesai. Jika tekanan jual benar-benar mereda dan permintaan kembali menguat, reli bisa mendapatkan babak baru. Tetapi jika volatilitas terus mendominasi, pasar kemungkinan akan bergerak dalam rentang lebar sebelum menentukan arah pasti.

Satu hal yang semakin terang: setiap koreksi emas kini bukan hanya soal penurunan harga, tetapi juga ujian terhadap seberapa kuat keyakinan investor. Dan sejauh ini, pasar tampaknya masih percaya bahwa logam kuning belum kehilangan kilaunya.

Sumber: Newsmaker.id

Kunjungin Website Trading Legal Terpercaya, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun

No Comments

Post a Comment