Blog

pt equityworld futures trillium surabaya

PT EQUITYWORLD FUTURES CIREBON – Bank Besar Tetap Bullish, Emas Coba Bangkit Lagi

04:24 18 February in Gold, Market Review
0 Comments
0
0 0
Read Time:3 Minute, 57 Second

Harga emas kembali menjadi sorotan. Setelah dua hari berturut-turut terkoreksi tajam, logam mulia ini bangkit dan menembus level psikologis $4.900 per ons pada perdagangan Rabu. Kenaikan ini bukan sekadar pantulan teknikal biasa, melainkan dipicu aksi beli saat harga turun (dip-buying) yang agresif dari pelaku pasar yang melihat koreksi sebelumnya sebagai peluang emas.

Di tengah perdagangan Asia yang relatif tipis karena banyak pasar tutup merayakan Tahun Baru Imlek, harga emas sempat melonjak hingga 0,9%. Level $4.919,63 per ons menjadi titik penting yang kembali membangkitkan optimisme. Sebelumnya, emas sempat tertekan lebih dari 3% dalam dua sesi terakhir, terutama akibat penguatan dolar AS. Indeks dolar utama bahkan naik hingga 0,4% sebelum memangkas sebagian penguatannya.

Attention: Emas Bangkit di Tengah Volatilitas Tinggi

Pergerakan emas dalam beberapa pekan terakhir tergolong ekstrem. Pada akhir Januari, reli kuat mendorong harga mencetak rekor di atas $5.595 per ons. Namun, lonjakan spekulatif yang terlalu cepat membuat pasar “kepanasan”. Hanya dalam dua sesi perdagangan, harga anjlok hampir ke $4.400 per ons—penurunan tajam yang mengguncang kepercayaan investor jangka pendek.

Kini, emas telah memangkas hampir setengah dari penurunan tersebut. Meski demikian, volatilitas masih tinggi. Fluktuasi harga yang cepat menunjukkan pasar masih mencari arah yang jelas. Dalam kondisi seperti ini, setiap data ekonomi dan komentar pejabat bank sentral bisa menjadi pemicu pergerakan besar berikutnya.

Interest: Menanti Sinyal dari Federal Reserve

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada risalah (minutes) pertemuan terbaru Federal Reserve yang dijadwalkan rilis Rabu waktu AS. Dokumen tersebut merangkum diskusi kebijakan pada pertemuan Januari, ketika bank sentral memilih mempertahankan suku bunga.

Bagi investor emas, arah kebijakan suku bunga sangat krusial. Logam mulia tidak memberikan imbal hasil (yield), sehingga biasanya lebih menarik ketika suku bunga rendah atau diperkirakan turun. Ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih kecil.

Pada akhir pekan lalu, emas sempat menguat singkat setelah data inflasi AS yang moderat memperkuat spekulasi bahwa bank sentral memiliki ruang untuk menurunkan biaya pinjaman. Namun, komentar sejumlah pejabat menunjukkan sikap yang masih hati-hati.

Gubernur The Fed, Michael Barr, menilai suku bunga sebaiknya tetap stabil “untuk beberapa waktu” hingga ada bukti lebih kuat bahwa inflasi benar-benar menuju target 2%. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, membuka peluang penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini jika tren inflasi tetap sesuai jalur.

Perbedaan nada ini mencerminkan dinamika internal pembuat kebijakan. Bagi pasar, minutes The Fed akan memberikan gambaran seberapa solid konsensus di dalam bank sentral—dan seberapa cepat pelonggaran moneter bisa terjadi.

Desire: Proyeksi Bank-Bank Besar Tetap Optimistis

Meski volatilitas masih membayangi, sejumlah bank global tetap memproyeksikan tren naik emas berpotensi berlanjut. Nama-nama besar seperti BNP Paribas, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs menilai faktor fundamental yang mendorong reli sebelumnya belum hilang.

Ada beberapa alasan utama di balik optimisme ini:

  1. Ketegangan geopolitik yang meningkat – Konflik dan ketidakpastian global mendorong investor mencari aset safe haven.
  2. Pergeseran minat dari obligasi dan mata uang tertentu – Perubahan arus modal global membuat emas kembali diminati sebagai lindung nilai.
  3. Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral – Isu ini menambah daya tarik emas sebagai aset yang tidak terikat pada kebijakan satu negara.

Selain itu, pembelian oleh bank sentral di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir turut memperkuat fondasi permintaan jangka panjang. Meski reli sempat terhenti akibat aksi ambil untung dan penguatan dolar, banyak pelaku pasar melihat koreksi sebagai fase konsolidasi, bukan akhir tren.

Kenaikan juga tidak hanya terjadi pada emas. Pada pukul 11.30 di Singapura, perak naik 1,2% ke $74,40, platinum melonjak 1,8%, dan palladium bertambah 1,6%. Pergerakan serempak ini mengindikasikan sentimen positif terhadap logam mulia secara keseluruhan, meskipun Bloomberg Dollar Spot Index juga tercatat naik tipis 0,1%.

Action: Strategi Menghadapi Pasar yang Bergejolak

Bagi investor, situasi saat ini menuntut strategi yang disiplin. Volatilitas tinggi berarti peluang keuntungan besar, tetapi juga risiko signifikan. Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Memantau rilis data dan minutes The Fed secara cermat.
  • Mengelola ukuran posisi dan risiko.
  • Menghindari keputusan emosional saat pasar bergerak tajam.
  • Memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi bertahap jika tren jangka panjang diyakini masih naik.

Level $4.900 kini menjadi area penting yang diuji pasar. Jika emas mampu bertahan dan menembus resistensi berikutnya, momentum bullish bisa kembali menguat. Namun, jika dolar kembali menguat signifikan atau minutes The Fed bernada lebih hawkish dari perkiraan, tekanan jual bisa muncul lagi.

Pada akhirnya, emas tetap menjadi cerminan ekspektasi suku bunga, kekuatan dolar, dan sentimen risiko global. Dengan kombinasi faktor fundamental yang masih mendukung dan ketidakpastian ekonomi yang belum sepenuhnya mereda, logam mulia ini berpotensi terus menjadi pusat perhatian investor dalam beberapa pekan ke depan.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah emas bisa bergerak tajam—melainkan ke arah mana langkah besar berikutnya akan terjadi.

Sumber: Newsmaker.id 

Kunjungin Website Trading Legal Terpercaya, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *