Blog

Emas Bertahan Tinggi, The Fed Mulai Ditekan Data Tenaga Kerja

09:36 10 August in Gold, Market Review
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 23 Second

Harga emas kembali menunjukkan ketahanan di tengah perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pada perdagangan Senin pagi, emas bergerak stabil di sekitar US$4.345 per troy ons setelah mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari.

Kenaikan lebih dari 7% sepanjang pekan lalu menjadi sinyal bahwa investor kembali memburu aset safe haven sekaligus mengantisipasi perubahan arah kebijakan Federal Reserve. Pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat menjadi katalis utama yang membuat tekanan terhadap emas berbalik menjadi momentum positif.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Sorotan Pasar

Perhatian investor kini tertuju pada kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Data Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan jumlah pekerjaan di AS mengalami penurunan pada Juli. Tidak hanya itu, data dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah.

Rangkaian data tersebut memberikan indikasi bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Bagi pasar keuangan, kondisi ini penting karena kekuatan lapangan kerja merupakan salah satu faktor utama yang diperhatikan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Jika pelemahan tenaga kerja berlanjut, tekanan terhadap Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat dapat berkurang. Investor pun mulai mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Perubahan ekspektasi tersebut menjadi angin segar bagi harga emas.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga tinggi atau diperkirakan kembali naik, biaya peluang memegang emas cenderung meningkat. Sebaliknya, ketika pasar mulai memperkirakan kebijakan moneter yang lebih longgar, daya tarik emas dapat kembali menguat.

Dolar AS Melemah, Emas Mendapat Dorongan

Pelemahan data tenaga kerja juga langsung memberikan tekanan terhadap dolar AS. Indeks dolar sempat turun sekitar 0,4% setelah laporan NFP dirilis pada Jumat.

Pergerakan dolar menjadi salah satu faktor penting bagi emas karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan mata uang AS. Ketika dolar melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Situasi ini berpotensi meningkatkan permintaan dan membantu harga emas mempertahankan level tingginya.

Kondisi tersebut semakin menarik karena emas saat ini mampu bertahan di atas US$4.300 per troy ons. Level tersebut menjadi area penting yang menunjukkan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk membalikkan momentum bullish emas.

Investor Besar Kembali Meningkatkan Posisi Bullish

Bukan hanya faktor makroekonomi yang mendukung emas. Minat beli dari investor besar juga semakin terlihat.

Hedge fund dan manajer investasi dilaporkan meningkatkan posisi bullish terhadap emas ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan. Kenaikan posisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar institusional mulai melihat peluang lanjutan bagi emas setelah reli tajam pada pekan sebelumnya.

Dukungan juga datang dari China.

ETF berbasis emas di China kembali mencatat arus dana masuk. Pada saat yang sama, bank sentral China menambah cadangan emas sekitar 640 ribu ons sepanjang Juli.

Pembelian tersebut sekaligus menandai pembelian emas oleh bank sentral China selama 21 bulan berturut-turut. Aktivitas pembelian yang konsisten memberikan fondasi permintaan jangka panjang bagi pasar emas.

Jika tren pembelian bank sentral dan peningkatan posisi investor institusional berlanjut, harga emas berpeluang mendapatkan dukungan meskipun mengalami aksi ambil untung setelah kenaikan lebih dari 7% dalam sepekan.

Risiko Hormuz dan Minyak Masih Membayangi

Meski prospek emas terlihat positif, investor tidak boleh mengabaikan risiko geopolitik.

Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan final terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Ketidakpastian mengenai jalur perdagangan energi tersebut dapat menjaga volatilitas pasar minyak.

Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang fasilitas minyak Saudi di dekat Laut Merah. Jika eskalasi konflik meningkat, pasokan energi global kembali berpotensi terganggu.

Kenaikan harga minyak dapat menjadi pedang bermata dua bagi emas.

Dalam jangka pendek, konflik dan ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, jika harga energi melonjak terlalu tinggi, tekanan inflasi dapat kembali meningkat.

Situasi tersebut justru berpotensi menyulitkan The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. Bank sentral AS bisa kembali mempertimbangkan kebijakan yang lebih hawkish apabila inflasi kembali mendapatkan tekanan.

Prospek Emas: Mampukah Bertahan di Atas US$4.300?

Momentum emas saat ini masih cenderung bullish. Kemampuan emas bertahan di atas US$4.300 per troy ons menunjukkan bahwa investor masih memiliki keyakinan terhadap prospek logam mulia.

Pelemahan pasar tenaga kerja AS, turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga, pelemahan dolar, serta meningkatnya pembelian institusi menjadi kombinasi faktor yang mendukung harga emas.

Namun, reli tajam juga membuka peluang terjadinya aksi ambil untung. Investor perlu mencermati apakah emas mampu mempertahankan area US$4.300 atau justru kembali terkoreksi setelah kenaikan besar pekan lalu.

Selain itu, perkembangan Selat Hormuz dan harga minyak akan menjadi faktor penting berikutnya. Jika ketegangan Timur Tengah kembali meningkat dan harga energi melonjak, pasar harus bersiap menghadapi perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

Dengan demikian, data tenaga kerja AS kini menjadi salah satu kunci arah emas berikutnya. Selama pasar melihat pelemahan ekonomi AS sebagai alasan bagi The Fed untuk menahan atau melonggarkan kebijakan, emas berpeluang mempertahankan momentum kenaikannya.

Sebaliknya, apabila tekanan inflasi kembali meningkat akibat lonjakan energi, ruang kenaikan emas dapat menghadapi tantangan baru.

Bagi investor, kombinasi antara US$4.300 sebagai area penting, arah dolar AS, ekspektasi suku bunga The Fed, data ekonomi AS, serta perkembangan geopolitik Timur Tengah layak menjadi perhatian utama dalam menentukan strategi perdagangan emas selanjutnya.

Sumber: Newsmaker.id

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *