Blog

Emas Tembus US$4.400, CPI Jadi Ujian Besar

08:33 11 August in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 30 Second

Harga emas kembali mencuri perhatian pasar setelah berhasil menembus level psikologis US$4.400 per troy ons pada perdagangan Selasa (11/08). Kenaikan ini memperpanjang reli logam mulia sekaligus menunjukkan bahwa minat beli investor masih sangat kuat.

Emas spot bergerak di sekitar US$4.395 per troy ons setelah mencatat penguatan sekitar 3,6% dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Secara teknikal, momentum bullish juga semakin solid setelah harga emas mampu melewati sejumlah level rata-rata pergerakan penting.

Namun, setelah reli tajam, pasar kini menghadapi ujian baru. Data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang akan dirilis Rabu menjadi perhatian utama karena dapat menentukan arah emas, dolar AS, dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Harga Emas Menguat, Momentum Bullish Semakin Kuat

Kenaikan harga emas dalam beberapa sesi terakhir tidak terjadi tanpa katalis. Pelemahan pasar tenaga kerja Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.

Data Nonfarm Payroll (NFP) Juli sebelumnya menunjukkan pelemahan jumlah pekerjaan. Kondisi tersebut membuat investor mulai mengurangi keyakinan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Bagi emas, perubahan ekspektasi tersebut menjadi kabar positif. Ketika peluang kenaikan suku bunga menurun, tekanan dari kenaikan yield Treasury dapat berkurang. Dolar AS juga sempat melemah setelah data tenaga kerja dirilis, sehingga emas menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Momentum teknikal turut memperkuat sentimen tersebut. Keberhasilan emas melewati beberapa level moving average penting menunjukkan bahwa tekanan beli belum kehilangan tenaga.

Investor Masih Memburu Emas Saat Harga Turun

Selain faktor makroekonomi, permintaan fisik dan investasi juga menjadi penopang harga emas. Investor masih menunjukkan kecenderungan melakukan buy on dip, yaitu membeli ketika harga mengalami koreksi.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih melihat penurunan harga sebagai kesempatan untuk menambah kepemilikan emas, bukan sebagai sinyal untuk keluar dari pasar.

Arus dana menuju ETF emas di China juga menjadi perhatian. Meningkatnya minat terhadap produk investasi berbasis emas menunjukkan bahwa permintaan investor belum surut meskipun harga logam mulia telah berada di level tinggi.

Di sisi lain, pembelian emas oleh bank sentral tetap menjadi faktor fundamental penting. Akumulasi cadangan emas oleh institusi resmi memberikan dukungan terhadap permintaan jangka panjang dan membantu menjaga sentimen bullish.

CPI AS Jadi Penentu Arah Emas Berikutnya

Setelah emas menembus US$4.400, perhatian pasar kini beralih ke Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis Rabu.

Data ini sangat penting karena inflasi akan menjadi salah satu pertimbangan utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Pasar memperkirakan inflasi tahunan masih berada di sekitar 3,4%. Jika angka aktual lebih rendah dari perkiraan, investor berpotensi meningkatkan ekspektasi bahwa tekanan harga mulai mereda.

Skenario tersebut dapat menjadi katalis positif bagi emas. Inflasi yang lebih rendah berpotensi menekan yield Treasury dan dolar AS, sekaligus meningkatkan harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.

Sebaliknya, jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, situasinya dapat berubah dengan cepat. Inflasi yang panas dapat membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish lebih lama. Dolar AS dan yield Treasury berpotensi menguat, sementara emas menghadapi tekanan profit taking.

Risiko Inflasi Energi Masih Membayangi

Tantangan lain bagi pasar adalah kenaikan harga energi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkatkan ketidakpastian mengenai pembukaan penuh Selat Hormuz.

Brent dan WTI melonjak tajam pada Senin setelah pasar kembali memperhitungkan risiko gangguan pasokan energi. Jika harga minyak terus meningkat, tekanan inflasi dapat kembali muncul di Amerika Serikat.

Situasi tersebut menjadi dilema bagi The Fed. Di satu sisi, pelemahan pasar tenaga kerja memberikan alasan untuk mempertimbangkan kebijakan yang lebih akomodatif. Namun, kenaikan harga energi dapat memperbesar tekanan inflasi dan membuat bank sentral tetap mempertahankan pendekatan hawkish.

Kombinasi kedua faktor tersebut membuat hasil CPI menjadi semakin penting bagi arah pasar.

Target Harga Emas: US$4.450 hingga US$4.500

Secara teknikal, prospek harga emas hari ini masih cenderung bullish selama harga mampu bertahan di atas area breakout US$4.400.

Jika CPI AS menunjukkan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, emas berpeluang melanjutkan reli menuju US$4.450, bahkan membuka ruang kenaikan berikutnya ke US$4.500 per troy ons.

Sebaliknya, CPI yang lebih tinggi dapat memicu penguatan dolar AS dan yield Treasury. Dalam kondisi tersebut, investor berpotensi melakukan aksi ambil untung setelah emas mencatat kenaikan tajam dalam waktu singkat.

Karena itu, pergerakan emas setelah rilis CPI kemungkinan menjadi lebih volatil. Trader perlu memperhatikan bukan hanya angka inflasi utama, tetapi juga bagaimana pasar merespons perubahan ekspektasi suku bunga The Fed.

Kesimpulan: Emas Masih Bullish, Tetapi CPI Menjadi Ujian

Kenaikan emas ke atas US$4.400 per troy ons menunjukkan bahwa momentum bullish masih kuat. Pelemahan pasar tenaga kerja, meningkatnya minat investasi, pembelian bank sentral, serta pelemahan dolar menjadi kombinasi positif bagi logam mulia.

Namun, reli emas kini menghadapi ujian besar melalui rilis CPI AS. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat peluang kenaikan menuju US$4.450–US$4.500, sedangkan CPI yang lebih tinggi berpotensi memicu penguatan dolar, kenaikan yield, dan profit taking.

Dengan demikian, investor perlu mencermati data inflasi AS sebelum mengambil keputusan. Setelah emas menembus US$4.400, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah momentum bullish masih ada, melainkan seberapa jauh reli emas dapat berlanjut setelah pasar mendapatkan sinyal baru dari CPI dan The Fed.

Source: Newsmaker.id

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *