Blog

Gold Stabil di Atas US$4.500, Profit Taking dan Risiko Inflasi

12:47 21 August in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 15 Second

Harga emas kembali bergerak stabil di atas level US$4.500 per troy ons pada perdagangan Kamis (20/8), setelah sebelumnya mengalami reli tajam dan sempat menghadapi tekanan aksi ambil untung. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga gold masih memiliki fondasi bullish, tetapi ruang kenaikan jangka pendek mulai menghadapi sejumlah tantangan.

Spot gold diperdagangkan di sekitar US$4.516,19 per troy ons, turun tipis 0,1% setelah sempat jatuh ke US$4.450,08. Sebelumnya, emas berhasil menyentuh level tertinggi sejak 2 Juni sebelum akhirnya terkoreksi akibat profit taking.

Di tengah volatilitas tersebut, investor kini mencermati arah kebijakan Federal Reserve, pergerakan yield Treasury AS, dolar Amerika Serikat, serta risiko inflasi yang kembali meningkat akibat kenaikan harga minyak.

Reli Emas Terhenti Setelah Lonjakan Lebih dari 4%

Pergerakan emas pada Kamis tidak terlepas dari reli spektakuler pada sesi sebelumnya. Harga gold melonjak lebih dari 4% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan pembelian kembali atau buyback obligasi Treasury jangka panjang.

Langkah tersebut mendorong harga obligasi naik dan yield Treasury turun. Pada saat yang sama, dolar AS ikut melemah sehingga memberikan dorongan tambahan bagi emas.

Penurunan yield menjadi faktor penting karena emas merupakan aset yang tidak memberikan bunga. Ketika imbal hasil obligasi turun, opportunity cost memegang emas menjadi lebih rendah sehingga daya tarik logam mulia meningkat.

Kontrak berjangka emas AS juga mencatat penguatan, dengan penutupan sekitar 0,6% lebih tinggi di US$4.571,40 per troy ons.

Namun, kenaikan yang sangat cepat membuat investor mulai merealisasikan keuntungan. Profit taking gold kemudian menjadi salah satu faktor utama yang membatasi penguatan pada sesi berikutnya.

FOMC Minutes dan Minyak Jadi Ancaman Baru

Selain aksi ambil untung, pasar juga menghadapi tantangan dari sisi fundamental. FOMC Minutes menunjukkan nada yang relatif hawkish sehingga investor kembali mempertimbangkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Situasi tersebut menjadi semakin kompleks karena harga minyak kembali meningkat. Reli minyak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat kembali menguat.

Jika harga energi terus meningkat, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Bahkan, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat apabila inflasi bergerak naik secara signifikan.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi hambatan bagi harga emas hari ini, terutama jika kenaikan inflasi diikuti peningkatan yield Treasury dan penguatan dolar AS.

Buyback Treasury Kembali Menjadi Penopang

Meski demikian, tekanan terhadap emas mulai mereda setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan sinyal bahwa pemerintah dapat meningkatkan program buyback Treasury menjadi lebih dari US$4 miliar per penerbitan.

Prospek tersebut kembali menarik perhatian pasar karena pembelian obligasi berpotensi mendukung harga Treasury dan menekan yield, terutama pada tenor jangka panjang.

Bagi emas, penurunan yield riil dapat menjadi katalis positif. Semakin rendah imbal hasil riil, semakin kecil biaya peluang bagi investor yang memilih menyimpan aset tanpa bunga seperti emas.

Dengan demikian, kebijakan Treasury saat ini menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan apakah koreksi emas hanya bersifat sementara atau berubah menjadi penurunan yang lebih dalam.

Pasar Masih Waspadai Keputusan The Fed

Perhatian investor berikutnya tertuju pada keputusan Federal Reserve pada September. Berdasarkan pricing pasar, sekitar 67,4% pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga.

Ekspektasi tersebut menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya melihat ruang pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Terlebih, kenaikan harga minyak dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati.

Namun, apabila data ekonomi AS berikutnya menunjukkan pelemahan pertumbuhan dan tekanan pasar obligasi kembali mendorong yield turun, emas berpotensi mendapatkan dukungan tambahan.

Artinya, arah XAU/USD dalam beberapa sesi mendatang kemungkinan masih sangat bergantung pada kombinasi data inflasi, kebijakan The Fed, yield Treasury, dan pergerakan dolar AS.

Prospek Gold Jangka Panjang Masih Bullish

Di tengah volatilitas jangka pendek, prospek emas dalam jangka panjang tetap menarik. Morgan Stanley mempertahankan pandangan bullish dan melihat kemungkinan gold menembus US$5.000 per ons pada 2027, bahkan berpotensi mencapainya lebih cepat.

Target tersebut menunjukkan bahwa kenaikan emas belum tentu berakhir meskipun pasar saat ini menghadapi tekanan profit taking.

Permintaan aset safe haven, ketidakpastian geopolitik, kebijakan moneter global, serta potensi penurunan yield dapat tetap menjadi fondasi bagi harga emas dalam jangka panjang.

Namun, investor tetap perlu memperhitungkan volatilitas. Pergerakan emas yang telah mengalami lonjakan besar dalam waktu singkat membuat koreksi tajam tetap mungkin terjadi.

Analisis Newsmaker: US$4.500 Jadi Level Kunci

Secara teknikal, gold masih menunjukkan bias bullish tetapi volatil. Rebound dari area US$4.450 menuju US$4.516 memperlihatkan bahwa buyer masih aktif mempertahankan harga ketika terjadi penurunan.

Level US$4.500 kini menjadi area penting untuk diperhatikan. Selama harga mampu bertahan di atas level psikologis tersebut, peluang emas kembali menguji area US$4.540–US$4.570 masih terbuka.

Sebaliknya, jika harga kembali jatuh dan menembus US$4.450, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

Dengan demikian, investor perlu mencermati keseimbangan antara dukungan yield Treasury yang lebih rendah dan tekanan dari inflasi serta kebijakan The Fed yang hawkish.

Gold masih memiliki peluang melanjutkan tren bullish, tetapi perjalanan menuju level yang lebih tinggi kemungkinan tidak akan berlangsung mulus. Untuk saat ini, US$4.500 menjadi level penting yang dapat menentukan apakah emas mampu kembali menguat atau justru memasuki fase konsolidasi.

Sumber: Newsmaker.id

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *