Blog

Harga Emas Tembus US$4.620, Dolar Tertekan

08:54 24 August in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 3 Second

Harga emas kembali mencuri perhatian pasar pada perdagangan Asia, Senin (24/8), setelah bergerak mendekati level tertinggi dalam tiga bulan. Bullion melanjutkan tren penguatan untuk pekan ketiga berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Amerika Serikat dan prospek dolar AS.

Emas sempat naik hingga 0,5% ke atas US$4.620 per troy ounce. Momentum tersebut melanjutkan reli pekan sebelumnya ketika harga emas melonjak lebih dari 5% setelah Departemen Keuangan AS secara mengejutkan meningkatkan program pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah tenor panjang.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian besar karena berpotensi memengaruhi imbal hasil Treasury, dolar AS, dan persepsi pasar terhadap kesehatan fiskal Amerika. Lantas, apakah reli emas masih memiliki ruang untuk berlanjut?

Dolar Melemah, Harga Emas Kembali Menguat

Kenaikan harga emas terutama mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS. Program buyback Treasury yang diperbesar menekan imbal hasil obligasi pemerintah tenor panjang, sekaligus membuat pasar kembali mempertanyakan arah kebijakan fiskal dan moneter Amerika Serikat.

Dolar AS yang melemah biasanya menjadi katalis positif bagi emas. Pasalnya, emas dihargakan dalam dolar sehingga penurunan nilai greenback membuat bullion relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Pada perdagangan terbaru, emas naik 0,4% menjadi US$4.619,17 per troy ounce pada pukul 07.53 waktu Singapura, setelah menguat 1,9% pada Jumat. Kinerja tersebut memperkuat momentum bullish yang sudah terbentuk sepanjang pekan sebelumnya.

Tidak hanya emas, perak juga ikut bergerak positif. Harga silver naik sekitar 0,4% menjadi US$69,29 per ounce, sedangkan platinum dan palladium relatif stabil.

Risiko Fiskal AS Hidupkan Kembali Debasement Trade

Di balik reli emas, terdapat tema yang lebih besar, yakni kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang atau debasement trade. Strategi ini biasanya muncul ketika investor mulai mencari aset alternatif untuk melindungi kekayaan dari risiko inflasi, pelemahan mata uang, serta meningkatnya beban utang pemerintah.

Intervensi Departemen Keuangan AS di pasar obligasi membuat tema tersebut kembali mendapatkan perhatian. Upaya pemerintah mengendalikan biaya pinjaman melalui pembelian kembali obligasi tenor panjang dapat membantu menekan yield, tetapi pada saat yang sama memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar ruang pemerintah untuk terus mengelola tekanan fiskal.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyatakan kesiapan untuk memperbesar buyback obligasi yang memiliki biaya lebih tinggi. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah inisiatif fiskal untuk menghadapi biaya pinjaman yang masih berada pada level tinggi.

Situasi ini menjadi penting bagi pasar emas karena meningkatnya kekhawatiran terhadap utang AS dapat mendorong investor mengurangi ketergantungan pada aset berbasis dolar.

Ray Dalio Soroti Risiko Krisis Utang

Sentimen bullish terhadap emas semakin kuat setelah pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, menyampaikan pandangannya mengenai risiko utang Amerika Serikat.

Dalam unggahan LinkedIn pada Jumat, Dalio menyarankan investor mengurangi kepemilikan obligasi dan mempertimbangkan alokasi hingga 15% dana ke emas sebagai perlindungan terhadap potensi krisis utang AS.

Pernyataan tersebut memberikan tambahan perhatian terhadap emas sebagai aset diversifikasi. Terlebih lagi, tema debasement trade sebelumnya turut menjadi salah satu faktor penting di balik reli emas yang mencapai sekitar 65% sepanjang 2025.

Kini, ketika risiko fiskal kembali menjadi sorotan, investor mulai mempertimbangkan apakah siklus penguatan emas masih dapat berlanjut.

Level US$4.600 Jadi Penentu Arah Berikutnya

Dari perspektif teknikal, area US$4.600 menjadi level penting yang perlu diperhatikan pasar. Kemampuan emas mempertahankan harga di atas level psikologis tersebut dapat menjaga momentum bullish setelah kenaikan lebih dari 5% dalam sepekan terakhir.

Jika support US$4.600 mampu bertahan, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju area US$4.650 hingga US$4.700 per troy ounce. Penembusan yang solid di atas area tersebut dapat membuka ruang bagi pengujian level yang lebih tinggi.

Namun, investor juga perlu mewaspadai risiko koreksi. Kenaikan tajam dalam waktu singkat meningkatkan potensi aksi profit taking, terutama jika dolar AS mulai rebound atau pasar menilai kebijakan buyback Treasury sudah sepenuhnya tercermin dalam harga.

Prospek Emas: Bullish, tetapi Waspadai Profit Taking

Pergerakan emas saat ini menunjukkan bahwa pasar kembali sangat sensitif terhadap isu kepercayaan terhadap dolar AS, risiko fiskal, dan arah imbal hasil Treasury. Selama yield obligasi pemerintah AS dan dolar masih berada di bawah tekanan, emas memiliki katalis untuk mempertahankan tren positifnya.

Bagi investor, area US$4.600 menjadi batas penting untuk mengukur kekuatan momentum. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang menuju US$4.650–US$4.700 tetap terbuka.

Sebaliknya, penurunan kembali di bawah US$4.600 dapat menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai mengambil keuntungan setelah reli besar pekan lalu.

Dengan demikian, prospek harga emas pada perdagangan 24 Agustus 2026 masih cenderung bullish, tetapi volatilitas berpotensi meningkat. Pergerakan dolar AS, yield Treasury, kebijakan buyback Departemen Keuangan, serta perkembangan risiko utang AS akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah emas mampu mempertahankan reli tiga pekan berturut-turut atau memasuki fase konsolidasi.

Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *