Blog

Emas Bertahan, Ekspektasi Rate Hike Fed Mulai Mereda

08:30 02 October in Gold, Market Update
0 Comments
0
0 0
Read Time:4 Minute, 2 Second

Harga emas kembali menunjukkan ketahanan di tengah perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), harga emas atau XAU/USD bertahan di sekitar US$4.180 per troy ounce setelah menguat sekitar 0,5% dari sesi sebelumnya.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian pasar karena terjadi ketika ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) mulai mereda. Penurunan imbal hasil Treasury AS turut memberikan dukungan bagi emas, meskipun dolar AS yang masih relatif kuat dan meningkatnya risiko inflasi energi membatasi ruang penguatan.

Di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, investor kini mencermati apakah pelemahan ekspektasi rate hike The Fed dapat menjadi katalis bagi harga emas untuk kembali menguat.

Harga Emas Bertahan di Tengah Penurunan Yield Treasury

Salah satu faktor utama yang membantu emas mempertahankan posisinya adalah penurunan yield Treasury AS. Pada Kamis, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun dari level tertinggi dalam 24 tahun.

Pergerakan yield menjadi sangat penting bagi pasar emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika yield obligasi meningkat, biaya peluang memegang emas ikut naik sehingga investor cenderung mencari aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Sebaliknya, ketika yield mulai turun, tekanan terhadap emas dapat berkurang.

Kondisi tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk bertahan di sekitar US$4.180 per troy ounce. Namun, penguatan ini masih relatif terbatas karena secara mingguan emas tetap berada dalam tekanan.

Harga emas masih berada di jalur penurunan sekitar 2% sepanjang pekan. Sebelumnya, kenaikan yield Treasury menjadi salah satu faktor utama yang mendorong koreksi emas sekitar 6% sepanjang September.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mereda

Perubahan ekspektasi kebijakan The Fed menjadi faktor penting lainnya bagi pergerakan emas.

Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyatakan bahwa bank sentral membutuhkan waktu tambahan untuk menilai apakah kenaikan suku bunga berikutnya memang diperlukan. Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa The Fed belum terburu-buru mengambil keputusan pengetatan moneter tambahan.

Perubahan ekspektasi pasar terlihat cukup signifikan. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober kini diperkirakan sekitar 27%, turun tajam dibandingkan sekitar 70% pada awal pekan.

Bagi pasar emas, penurunan peluang rate hike tersebut dapat mengurangi tekanan dari sisi kebijakan moneter. Jika investor semakin yakin bahwa The Fed akan menahan suku bunga, yield Treasury berpotensi mendapatkan tekanan dan kondisi tersebut dapat memberikan dukungan terhadap XAU/USD.

Namun, pasar masih membutuhkan data ekonomi terbaru sebelum mengambil kesimpulan mengenai arah kebijakan The Fed.

Risiko Inflasi Energi Masih Membayangi

Meskipun ekspektasi rate hike mulai mereda, emas belum sepenuhnya terbebas dari tekanan fundamental.

Harga minyak kembali meningkat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Laporan mengenai kemungkinan penambahan kapal induk serta sekitar 10.000 personel Amerika Serikat ke kawasan Teluk juga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi.

Kenaikan harga minyak dapat menjadi persoalan bagi bank sentral karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Jika inflasi energi kembali meningkat, ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter bisa menjadi lebih terbatas.

Situasi ini membuat pasar emas menghadapi paradoks. Ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Namun, apabila ketegangan tersebut mendorong harga minyak dan inflasi lebih tinggi, dampaknya dapat kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga dan yield Treasury.

Dolar AS Menjadi Penghambat Penguatan Emas

Selain yield dan ekspektasi suku bunga, dolar AS juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Dolar AS masih relatif kuat sehingga membatasi kenaikan harga emas. Emas yang diperdagangkan dalam dolar cenderung menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya ketika dolar menguat. Kondisi tersebut dapat mengurangi permintaan dan membatasi momentum kenaikan XAU/USD.

Dengan demikian, pasar saat ini menghadapi tiga kekuatan utama. Penurunan yield Treasury dan melemahnya ekspektasi rate hike memberikan dukungan bagi emas, sementara dolar yang kuat dan risiko inflasi energi menjadi faktor penahan.

Data Ekonomi AS Jadi Penentu Arah Berikutnya

Perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada berbagai data ekonomi Amerika Serikat serta pernyataan pejabat The Fed. Data tersebut akan menjadi petunjuk mengenai kondisi inflasi, pasar tenaga kerja, dan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Selain faktor ekonomi, perkembangan konflik di Timur Tengah juga akan terus diperhatikan. Perubahan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, kemudian berdampak pada yield Treasury dan kebijakan moneter.

Dengan harga emas yang masih berada di sekitar US$4.180 per troy ounce, pasar kini berada dalam fase tarik-menarik fundamental. Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan peluang bagi emas untuk bertahan, tetapi kekuatan dolar dan risiko inflasi energi membuat pemulihan belum sepenuhnya solid.

Bagi pelaku pasar, kombinasi data ekonomi AS, komentar pejabat The Fed, pergerakan yield Treasury, dolar AS, serta perkembangan geopolitik akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas selanjutnya.

Jika tekanan yield terus berkurang dan ekspektasi rate hike semakin melemah, emas berpotensi mendapatkan dukungan tambahan. Sebaliknya, kenaikan harga minyak dan inflasi yang kembali menguat dapat membuat pasar kembali memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Untuk saat ini, emas masih bertahan, tetapi arah berikutnya sangat bergantung pada perubahan ekspektasi terhadap suku bunga The Fed dan perkembangan risiko inflasi global.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *